Menurut saya memang ada yang tak beres dengan dengan kegiatan perploncoan yang 
diadakan kampus tersebut. Menurut info praktek perploncoan sudah dihapus di 
kampus ITB tapi kanyataannya kok masih ada praktek begitu rupa. kemungkinan hal 
ini juga terjadi dikampus lain. mungkin dengan nama dan kedok yang berbeda. 
Semoga ini adalah kejadian yang terakhir yang terjadi di dunia kampus yang 
mencetak para Intelektual untuk bangsa dimasa depan. Jangan ada lagi 
"pembunuhan" yang memupus mimpi bangsa dikemudian hari

Wasalam



Efen Aswandi




________________________________
Dari: ayu nimas <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 10 Februari, 2009 14:04:26
Topik: Re: [F-P-K] Mahasiswa ITB Tewas Saat "Long March"

Teman2,

Terlepas dari polemik perploncoan.....,
Benarkah kelelahan yang sangat bisa menyebabkan seseorang sampai kehilangan 
nyawa jika sebelumnya dia tidak pernah terkena penyakit bawaan yang sifatnya 
serius?

Heran aja sih... masak cuma 800 m aja bisa sampai mati?
perasaan dulu aku jalan 3 km juga ga papa, pernah ikut marathon, meski 
brenti-brenti karena kecapek-an juga ga papa...
aku juga pernah beberapa kali ikut kegiatan perploncoan yg melewati jalan 
berbukit2 disekitaran gunung Ungaran dan Semarang, tapi sampai sekarang masih 
bisa hidup...?

maaf ya....., aku cuma tiba-tiba kepikiran aja : kalau seandainya sampai ada 
wamil lagi gimana yah... jangan-jangan sebelum benar-benar siap perang udah 
banyak generasi yang mati di pelatihan .....

Apa ya yang menyebabkan generasi sekarang menjadi generasi manja dan 
lembek...ups...
sekali lagi maaf...., kali aja ada yang membantu menjernihkan kegusaranku...
:-(


salam,

agnes k

Kirim email ke