Saya kadang merasa miris melihat tingkah laku dan juga tata cara anggota dewan 
memberi pernyataan dan mengomentari sesuatu dalam acara dengar pendapat..Seolah 
olah mereka itu sudah sangat expert dan mengetahui betul semua 
permasalahan,pada kenyataannya pengetahuan mereka tentang hal yang subtantial 
itu sangat dangkal dan memperlihatkan kebodohan mereka.

Saya akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang,bahwa etika dalam kehidupan 
berdemokrasi ini sama sekali tidak ada,bagaimana negara ini mau maju dan 
rakyatnya menjadi pintarberpolitik apabila� setiap hari kita hanya disuguhi 
adegan saling kecam,mengejek,menghina,dan merendahkan martabat seseorang 
sekelas Dirut Pertamina,pernyataan yang sangat tolol dan dungu sudah 
diperlihatkan oleh sebahagian anggota dewan yang katanya terhormat itu.

--- On Tue, 2/17/09, lanogan ginting <[email protected]> wrote:

From: lanogan ginting <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dirut Pertamina Merasa Dianggap Satpam oleh 
DPR
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 4:21 PM












            Yah...menurut saya, salah satu masalah Republik ini adalah karena 
Republik memiliki anggota dewan yang namanya adalah DPR. Nah, kalau orang yang 
termasuk bagian masalah Republik ini ikut mengeluarkan pendapat, rekans sudah 
bisa menduga apa hasilnya kan.. ??� Yaa, liat saja hasilnya dengar 
pendapatnya dengan Dirut pertamina.

Jangan-jangan mereka itu ngomong seperti itu karena Dirut pertamina polos polos 
saja datang ke gedung DPR tanpa amplop... sapa tau lho?� bisa aja terjadi 
tokh..?!?!

Terusterang, senadainya saya satu angkot, satu bis, satu kereta api, satu 
pesawat, satu kapal dengan salah satu orang yg merasa dirinya terhormat ini, 
maka saya akan turun dari angkot, bis, kereta api, pesawat, dan kapal ! Dan 
seandainya saya bersebelahan rumah dengan salah satu orang yg merasa dirinya 
terhormat ini, maka saya akan pindah rumah!

Benci ?? Tidak juga !! Cuma ga tahan karena kasihan�melihat orang yg makan 
dari hasil keringat rakyat (pembayar pajak) tapi isi kepalanya sejengkal di 
bawah puser !!

�

permisi..

�

nogan

Kirim email ke