Saya yakin ada permainan tebak2an dibelakang SBY-JK sebak keduanya
sudah nempel kaya upil. Siapapun Capres tahun 2004 pasangan SBY pasti
menang, waktu itu andil JK sangat kecil meskipun di Sul Sel apalagi
Golkar mengusung calon sendiri. Sewaktu duel SBY-Mega tetap saja
suara dikumpul oleh SBY. JK harus berterima kasih kepada danwajib
diwujudkan pada Pilpres 2009, peran JK bertambah karena di Ketua
Golkar. Kalau JK menjadi Capres suara akan lari ke HB bila ada yang
mendukung sebagai Capres atau lari ke SBY.
Saya curiga "perseteruhan" antara SBY dengan JK hanya fabricated untuk
menguji dan mengetahui siapa2 penentang SBY-JK dan mengatur kembali
srrategi menghadapi penentang2 lain termasuk di Golkar sendiri. Saya
kok menduga 21/2 % yang dilempar Mubarok juga sebagai umpan dari ti
sukses SBY-JK, sebab tidak mungkin sekaliber wakil Ketua PD
memperhitungkan Golkar hanya 21/2 % saja perolehan suaranya kecuali
kalau PD diperhitungkan memperoleh lebih 30 %, dalam keadaan begtupun
JK tetap bersama SBY, sebab sifat SBY tidak akan menohok kawan seiring.
Banyak pihak membakar agar SBY pisah dengan JK agar kesempatan
mengganti JK terbuka sebagai pasangan SBY tetapi kemungkinan ini kecil.