Sukar buat dimengerti apakah konser mengenang Munir ini,
'dilarang, dipersukar ataukah ditunda"?
Apa alasan sebenarnya (yang benar) yang menyebabkan UI
begitu keberatan dan tak ingin adanya konser ini?
Ada yang tahu?

Ditunda beberapa hari bisalah diterima, tapi ditunda sampai
!0 Desember, 2009, ini aneh sekali dan perlu ada penjelasan!
Bukankah begitu?

Alasan bisa membuat kerusuhan, sukar dipercaya!
Soalnya tak ada masalah dilain kampus!
Mudah-mudahan UI tak jadi seperti mUI yang berbelit-belit
tanpa jelas ujung pangkalnya dalam fatwa....
Bagaimana?

Salam
Las

--- On Fri, 20/2/09, Brigitta Kutrimaning Hardi <[email protected]> wrote:


From: Brigitta Kutrimaning Hardi <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] UI Melarang Konser Tribute to Munir di Kampus
To: [email protected]
Received: Friday, 20 February, 2009, 5:14 PM






Cholil ERK : "Konser Akan Rusuh Hanya Dalih"

Universitas Indonesia melarang konser Tribute to Munir berlangsung di
lingkungan kampus pada 20 Februari. Alasan yang disampaikan Direktur
Kemahasiswaan Univeritas Indonesia Komaruddin kepada panitia
penyelenggara bahwa konser yang diadakan bareng Komite Aksi Solidaritas
Untuk Munir (KASUM), KBR68H, dan Radio Kampus RTC UI sarat muatan
politis. Namun setelah kasus ini diberitakan berbagai media, Direktur
Kemahasiswaan mengubah alasannya dan mengatakan penundaan dilakukan
karena proses perizinan yang mendadak. Universitas Indonesia tetap
membolehkan konser berlangsung hanya harus dundur pada 10 Desember 2009.

Dalam acara Sarapan Pagi Jumat 20 Februari, reporter KBR68H Sutami dan 
Suryawijayanti mewawancarai Dea Kartika dari RTC Universitas Indonesia
dan vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil mengenai pembatalan konser di
Universitas Indonesia berikut petikannya.

KBR68H : Kabarnya Anda dan teman-teman masih terus melobi 
rektorat supaya konser Tribute to Munir bisa terlaksana, kemajuan apa
yang didapat?
Dea Kartika : Sampai kemarin memang keputusan rektorat masih diundur
pada 10 Desember, tapi kami masih berusaha ngomong langsung ke Pak
Rektor (Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri karena
sampai sekarang kasusnya berhenti di Direktur Kemahasiswaan. Jadi acara
ini belum sampai ke Bapak Rektor. Jadi rencananya kalau bisa kami ingin
ngomongin ini langsung.
KBR68H : Sudah dicoba langsung menghubungi Rektor?
Dea : Saya sudah menghubungi Pak Rektor dengan sms dan
kemarin itu dia sudah ngebales, katanya ok kami bicarakan lagi. Tapi
baru sebatas itu saja.
KBR68H : Kalau hari ini tampaknya (20 Februari) tidak bisa, kalau
Anda dan teman-teman inginnya seperti apa lagi?
Dea : Selambat-lambatnya kalau mundur tanggal 27
Februari. Karena kalau 10 Desember itu terlalu lama, dan persiapan kita
itu sudah 99 persen hari ini dilaksanakan.
KBR68H : Artinya sound system dan panggung sudah siap yah?
Dea : Iya..kita sudah sewa panggung, sewa sound system
cetak publikasi dan lain-lainnya tinggal dilaksanakan saja intinya.
KBR68H : Rektorat beralasan pemberitahuannya mendadak, sebenarnya
sejak kapan izin untuk mengadakan konser ini diajukan?
Dea : Sebenarnya ini saya sudah masukin proposalnya sejak
akhir Desember dan memang baru diresponnya dua Minggu yang lalu. Jadi
ketika saya baca pemberitaan yang mengatakan kami baru mengajukan
pemberitahuan dua minggu sebelum acara sebenarnya nggak begitu juga.
Kami sudah mengajukan sejak akhir Desember, tapi baru direspon dua
minggu sebelum acara karena takut rusuh karena ada band Nidji. Lalu
kami katakan Nidji nggak jadi...
KBR68H : Tapi tetap tidak diizinkan?
Dea : Pada hari Jumat itu (13 Februari) saya berhubungan
dengan asistennya direktur kemahasiswaan, dia meminta saya koordinasi
dengan pihak keamanan kampus untuk menanyakan kesiapan mereka jika Efek
Rumah Kaca hadir di konser. Baru sampai situ saja masalahnya hari Jumat.
Hari Senin (16 Februari) ternyata kami dipanggil , saya ketua panitia
dipanggil ngomong langsung dengan direktur kemahasiswaan (Direktur
Kemahasiswaan Universitas Indonesia Komaruddin). Disana baru dikatakan
mereka keberatan dengan temanya.
KBR68H : Hari ini apa yang akan dilakukan?
Dea : Hari ini saya akan ngomong lagi dengan direktur
kemahasiswaan. Saya mau minta kepastian akhirnya itu seperti apa. Karena
kalau memang nggak bisa, saya akan bertanya ke Kasum kemungkinan
acaranya dipindah ke tempat lain. Diadakan di luar tanpa membawa nama UI
gitu.
KBR68H : Kalau kemudian dialihkan, mau kemana?
Dea : Kemungkinan di Margonda disana ada tempat yang bisa
untuk konser musik.

KBR68H : Cholil Anda sudah diberi tahu yah tentang pembatalan ini?
Cholil : Sudah dikasih tahu, cuma belum diinformasikan
pembatalannya itu karena apa. Jadi cuma dengar kabar saja bahwa
dibatalkan.
KBR68H : Jadi belum ada pemberitahuan resmi yah?
Cholil : Yah kabarnya masih simpang siur. Terkahir saya
dengar tidak mendapat izin dari Purek III Universitas Indonesia.
KBR68H : Kecewa tidak?
Cholil : Yah kalau kecewa sih ya. Di Universitas Indonesia
gitu yang seharusnya bisa menjadi garda depan malah seperti itu. Ini
padahal nggak ada potensi apa-apa. Misalkan katanya disinyalir bisa
menimbulkan kerusuhan ..apaan itu ...nggaklah. Orang-orang kampung
sekitar situ juga jarang yang tahu kami. Kalau mahasiswa sih perilakunya
supaya nggak rusuh bisa diredam lah.
KBR68H : Memang rencananya mau bawa berapa lagu di konser kali
ini?
Cholil : Yah sekitar 4 sampai 5 lagu. Sebenarnya sempet
denger juga bakal ada Nidji. Oh ya sudah nanti kita bakal main sama
Nidji. Tapi kemudian panitia bilang Nidji batal dan kemugkinannya hanya
Efek Rumah Kaca, jadi yah itu hanya dalih saja bahwa itu akan rusuh.
Kita main juga nggak pernah rusuh. Kita selalu educate yang nonton
untuk kritis terhadap lagunya bukan terhadap attitude nya. Saya pikir
itu mengalihkan saja sih. Sebenarnya mereka takut isunya saja bukan
karena band yang tampil.

[Non-text portions of this message have been removed]

















      Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox. Take 
a look http://au.docs.yahoo.com/mail/smarterinbox

Kirim email ke