Dear temans, Judul topik ini mengingat ku pada kalimat begini yang mengatakan: "Gara gara ular itu atau wanita itu diciptakan, maka kami, pria jatuh ke dalam dosa".
Oh ya kalimat dalam paragraf : "Kasus Vira, kata Doni, sebetulnya tak akan terjadi jika saja Vira tidak asal menerima undangan berteman..." kok rasanya lebih TEPAT diganti dengan kalimat begini ya: "Kasus Vira, kata Doni, sebetulnya tak akan terjadi jika saja Vira tidak asal menerima pemberian (kado) dari teman nya..." Ada ada saja memang! Salam hangat, -aku- --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <agushamonan...@...> wrote: > > Laporan wartawan Astrid Isnawati > > http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/03/03/11401464%20/gara- gara.facebook.jodoh.melayang.harta.pun.hilang.1 > > > > Berselancar di dunia maya seperti Facebook, ada rambu-rambu yang harus > dipatuhi. Terutama yang menyangkut privasi. Kalau tidak hati-hati, > risikonya cukup besar. Bukannya kesenangan yang didapat, justru harta > melayang. > > Fenomena Facebook alias FB semakin tak terbendung. Tak heran jika FB > dinobatkan sebagai situs pertemanan paling diminati di seantero dunia. > Dan, seperti dua sisi berlawanan dari koin, di samping menguntungkan, > FB pun mempunyai sisi "buruk". Fitur sederhana seperti status dan foto > yang dilengkapi tag yang digemari jutaan pengguna Facebook, ternyata > berbahaya jika digunakan secara sembrono. Pasalnya, FB memungkinkan > teman (mutual friends) mengetahui detail pribadi penggunanya. > Bayangkan saja, cukup dengan meng-update status atau mengubah status > hubungan dengan pasangan, secara otomatis semua teman mendapatkan > notification (pemberitahuan). > > Foto-foto yang diunggah lalu di-tag sembarangan dan diset, bisa > dilihat siapa pun yang memiliki jaringan pertemanan, juga tak kalah > bahaya, lho. "Di dunia maya, pencitraan diri dicerminkan lewat apa > yang di-posting oleh Anda atau orang lain. Jadi, hati-hati dalam > memilih foto untuk di-posting" ucap Donny BU, Senior Researcher ICT > (Internet and Communication Technology) Watch. > > Intinya, kata Doni, jangan sembarangan menyebar data pribadi, mengubah > status, menambah teman yang sama sekali asing, atau mengunggah foto di > dunia maya secara membabi-buta. Di Inggris, contohnya, suami membunuh > istrinya karena sang istri mengubah status pernikahan mereka di FB, > dari menikah menjadi lajang. Sang suami pun naik pitam dan gelap mata. > Menyeramkan, bukan? > > Kado Puluhan Juta > Tak hanya di luar negeri, peristiwa buruk menyangkut salah guna FB > juga terjadi di sekeliling kita. Salah satunya menimpa Vira (bukan > nama sebenarnya), perempuan berusia 30-an dengan jenjang karier > eksekutif di perusahaannya. Sama seperti pengguna FB di berbagai > tempat, Vira juga keranjingan. Tiada hari tanpa memperbarui > perkembangan terbaru dari akun pribadi dan tak lupa menjelajahi satu > per satu kabar teman-temannya di FB. > > Suatu hari, dalam boks friend requests, sebuah nama dan foto asing > muncul, meminta agar Vira menerima ajakannya untuk berteman. Vira > melihat profilnya dan ternyata pria ini berasal dari Turki. Karena > tidak memiliki mutual friends, dipastikan dia menggunakan panduan > advanced search sampai menemukan akun Vira, sebuah upaya yang > menunjukkan ada usaha lebih dari pria itu. Paras rupawan sang calon > teman sedikit banyak membuat hati Vira melunak dan ikon Confirm tanpa > ragu, ia klik. Alhasil, resmilah pertemanan mereka. > > Setelahnya, mereka rajin bertegur sapa di wall untuk menjembatani > jauhnya jarak dan perbedaan waktu. Karena si lelaki sangat perhatian > dan mengaku punya pekerjaan tetap, Vira mengiyakan ajakan berpacaran. > Tak lama kemudian, sang Arjuna datang ke Indonesia. > > Ia bersikap amat santun dan supel. Dalam sekejap, keluarga besar Vira > bisa dekat dengannya. "Dia rajin sekali mendekati keluarga saya," > kenang Vira. Ini adalah faktor yang mengakibatkan Vira menaruh > kepercayaan besar kepada sang pacar. Belum lagi, pria Turki ini sangat > royal secara materi, "Waktu saya lihat dan menyukai sebuah cincin, dia > langsung membelikannya," ujar Vira. Bahkan, saat Vira berulang tahun, > dia mentransfer uang puluhan juta ke rekening Vira sebagai hadiah. > > Ajak Nikah Berujung Amarah > Singkat cerita, mereka memutuskan untuk menikah. Tiba-tiba, Vira > teringat sesuatu, "Kalau saya dinikahi dia, berarti saya harus ikut ke > Turki dan meninggalkan semua yang saya miliki di sini." Mendadak, hati > Vira menjadi kurang sreg. "Apa benar dia suka dengan saya?" pikir > Vira. Tak ingin menyesal, Vira lalu memutuskan hubungan mereka secara > baik-baik. Reaksi tak terduga muncul dari negeri seberang. Sang pacar > marah tak karuan, sampai mengancam dan meneror tiada henti. > > Diburu amarah, lelaki itu mendatangi Vira ke Indonesia dan mengajaknya > bertemu di hotel. Ancamannya tidak main-main, Vira harus mengembalikan > semua pemberiannya yang bernilai ratusan juta rupiah, "Dia ingat > detailnya, karena semua tercatat dengan baik di pembukuannya." Kontan, > Vira ketakutan. Bahkan, ketika teman-temannya menyuruhnya melapor ke > polisi, dia menolak. "Saya malu dan takut," begitu alasan Vira. > > Alhasil, Vira pontang-panting mencari dana agar "utangnya" lunas. > "Tabungan saya sampai habis, akhirnya terpaksa meminjam sana-sini," > keluh Vira. Masalah belum usai, karena hingga sekarang Vira masih > berutang kepada teman dan keluarganya. "Sungguh melelahkan," keluhnya. > Kapokkah Vira main FB? "Enggak! Saya hanya lebih selektif memilih > teman. Interaksi di FB hanya dengan teman-teman yang benar-benar > dekat," tandasnya. > > Kasus Vira, kata Doni, sebetulnya tak akan terjadi jika saja Vira > tidak asal menerima undangan berteman. Apalagi kalau hanya untuk > menambah jumlah teman. "Lihat dulu, berapa banyak mutual friends. > Semakin sedikit, berarti tidak banyak teman yang mengenalnya. Ini > berarti risikonya lebih besar. Tidak perlu sampai ribuan teman, karena > wajarnya, setiap akun FB memiliki 120 teman." * >
