Sekedar Nimbrug. Mungkin soalnya bukan kepinteran. Semua pemerintah ada pinternya. Mereka yang berkuasa di Jakarta mungkin aja nggak kalah pinter ketimbang yang di Singapura. Soalnya: bagaimana politkus di sebuah medan politik dituntut mengadu kepinteran dalam rangka merebut kekuasaan dan menekan musuhnya.
Di satu negeri di satu jaman, perebutan bisa itu berlangsung dalam skala global, dan terpusat di bidang modal keuangan, ilmu dan teknologi. Di negara lain, perebutan itu berlangsung dalam skala domestik, dan berlangsung khususnya dalam bidang kekerasan fisik dan preman dan prasangka primordial. Di masing-masing medan politik dibutuhkan "kepinteran" khusus dan gaya berpolitik yang berbeda. Tapi di semua negara mereka menuju tujuan yang sama: kekuasaan, kehormatan, dan harta. --- In [email protected], Kiki Soewarso <kikisoewa...@...> wrote: > > Betul sekali, Pemerintah Singapura sangat cerdik merekrut anak-anak pandai > dan berbakat dari negara-negara tetangganya dengan iming-iming beasiswa. > Sekolah-sekolah yang ikut dalam program ini adalah sekolah-sekolah
