Manneke benar. Partai yang benar-benar ada di Tiongkok itu hanya Partai Komunis 
Tiongkok.

Memang ada partai-partai lainnya, tetapi semua partai itu bukanlah partai yang 
sesungguhnya, karena jika hendak membentuk partai di sana, haruslah dengan 
restu PKT (Partai Komunis Tiongkok). Boleh dibilang parti-partai yg ada itu 
hanyalah pemanis belaka.

Lain dengan Hongkong. Di sana ada pemilu, dan siapa pun boleh membentuk partai. 
Perlu diingat di Hongkong tidak ada partai Komunis. Tetapi tentu saja ada 
perpanjangan PKT di sana. Dari 60 anggota Legco (DPRnya Hongkong), hanya 30 
orang yg dipilih dalam pemilu. Sisanya diangkat oleh pemerintah.

Perlu juga diingat bahwa tidak ada yg namanya pemilu di sana. Semua anggota NPC 
(DPR di Tiongkok) diangkat oleh PKT. Orang harus menjadi anggota PKT jika ingin 
menjadi pegawai negeri. Bahkan di BUMN di Tiongkok serta di 
Universitas-universitas di sana ada yang namanya "party secretary," yaitu 
sekretaris partai (dalam hal ini PKT). Bahkan kekuasaan sekretaris partai ini 
lebih besar dari kekuasaan rektor atau direktur BUMN tsb. Jabatan sekretaris 
partai di tingkat, distrik, kota atau propinsi lebih tinggi dari jabatan kepala 
distrik, walikota, atau gubernur.

Hal yang menarik adalah istilah presiden dalam bahasa Mandarin. Untuk merujuk 
kata "presiden" dalam arti kepala negara, Bahasa Mandarin menggunakan istilah 
"zong tong." Tetapi untuk merujuk presiden Tiongko, istilah yang dipakai adalah 
"Zhu xi." Arti "zhu xi" itu sendiri adalah "ketua." Tentu orang sudah maklum 
bahwa "ketua" ketua yang dimaksud adalah ketua PKT.

Hal yg sama juga berlaku dalam TPR (Tentara Pembebasana Rakyat), yaitu tentara 
di Tiongkok. Yg berhak menjadi anggota TPR haruslah anggota PKT.

Silahkan lihat Konstitusi RRT untuk melihat kedudukan PKT dalam struktur 
pemerintahan di Tiongkok.

Andreas

--- In [email protected], manneke budiman <hepaest...@...> 
wrote:
>
> Seperti kebiasaan Sohib yang sudah-sudah, mengutip artikel bahasa Inggris 
> tapi tak ngerti apa isi artikel itu. Lalu sok teu. Bahkan membaca yang 
> tersirat pun tak mampu.
>  
> Ini saya kutipin dari artikel yang kamu bangga-banggakan itu ya, Hib. Baca 
> baik-baik:
>  
> Hu Jintao says the CPC and non-communist parties have gained experience 
> during their long cooperation. He says there are four basic criteria. The 
> first is adhering to the theory and practice of socialism with Chinese 
> characteristics. Second is to work together for the implementation of 
> national development goals. Third is to raise the efficiency of the current 
> cooperation and consultation system. Fourth is to improve the governing 
> capability of the ruling CPC party and the consulting capability of 
> non-communist parties.
>
> China's system of multi-party cooperation and political consultation under 
> the leadership of the Communist Party has been developed during the long-term 
> practice of China's revolution, construction and reform. It has been 
> described as the "fundamental political system that suits the country."
>
> It is different from both the two-party or multi-party competition system of 
> Western countries and the one party-system practiced in some other countries.
>  
> PERTAMA-TAMA, ini berita kau ambil darin Xin Hua, Kantor Berita Resmi 
> Pemerintah RRT. Mengutip dari Xin Hua dan mempercayai isinya sebagai 
> kebenaran adalah sama dengan menelan mentah-mentah semua berita tentang 
> demokrasi dan kekebasan di Sovyet yang diberitakan PRAVDA di zaman Sovyet 
> dulu. Hanya orang BODOH yang percaya pada isi berita dari Pravda masa perang 
> Dingin ataupun Xin Hua saat ini.
>  
> Kedua, bisa baca nggak itu empat kriteria multipartai yang ditetapkan oleh Hu 
> Jintao? kalo kamu gak becus bacanya, biar saya terjemahkan buat kamu: 
> KRITERIA PERTAMA, haru tunduk pada teori dan praktik SOSIALISME yang 
> dilandasi karakteristik CINA. Ini apa artinya kalo bukan komunisme, dul?
>  
> Dalam kenyataannya, hingga detik ini dunia tidak mengakui adanya siste 
> multipartai di RRT karena itu dagelannya partai kounis yang berkuasa doang. 
> Nah, kalo kamu percaya berita ini, tak ragu lagi saya akan katakan kamu 
> satu-satunya orang yang paling bodoh sedunia. Kamu keberatan? Silakan, gue 
> sih EGP.
>  
> Hari gini ada yang masih demen ngutip dari Xin Hua? Korban propaganda....
>  
> manneke

Kirim email ke