sedikit menambahkan.
dpt sudah ada sejak pemilu 2004 atau bahkan sebelumnya.
dan setiap ada pilihan selalu diupdate oleh aparat kelurahan / rt atau rw.
disana ada form penambahan atau pengurangan nama yg mempunyai hak pilih,
di setiap wilayah mulai yg terbawah.
dng melihat sistem administrasi kependudukan kita yg sangat tdk rapi, masih
banyak celah terjadinya kekeliruan entah itu disengaja atau tidak.
oleh krn itu kasus ini harus diusut tuntas, setidaknya utk proses pembelajaran,
baik itu ttg berdemokrasi yg santun, maupun sistem administrasi yg baik.


  ----- Original Message ----- 
  From: Budiman Sudjatmiko 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 19, 2009 12:33 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Herman SS Temui Megawati


  Menurut temuan Panwaslu di Daerah Pemilihan Jatim VIII (yang menyangkut 
kabupaten Pacitan, asal kelahiran SBY dan Dapil Jatim VIII adalah tempat 
dicalonkannya salah satu putra SBY), penggelembungan DPT (Daftar Pemilih 
Tetap)-nya mencapai 25%. 
  Jadi ini bukan cuma laporan dr pak Herman (eks kapolda Jatim) mengenai 
penggelembungan DPT dlm konteks pilgub Jatim yang 'dimenangkan' oleh Partai 
Demokrat, tapi juga sdh menyangkut DPT utk pemilu legislatif 2009, setidaknya 
di Dapil asala daerahnya SBY dan darah pemilihan sdr Edy baskoro yudhoyono 
mencalonkan.
  Moga-moga ini bukan kesengajaan (saya masih mau berprasangka baik pd Partai 
Demokrat, tempat banyak teman saya berkiprah secara politik), tidak spt sdr 
Marnagan yang ketika ada laporan indikasi kecurangan pilkada oleh eks kapolda 
Jatim yang jujur (ingat lho...dia lah yang pertama memperkarakan scr pidana 
perusahaan Lapindo Brantas...), eh...sdr Marnagan malah menyalahkan PDI 
Perjuangan sbg partai yang korup, yang dicurigai ada di balik pernyataan sdr 
Herman, eks Kapolda Jatim.
  Saya kira sdr Marnagan mengekspresikan yang paling khas dari orang yang 
ketangkap melakukan kesalahan: menyalahkan ke sana kemari, sbg ciri 
self-defense mechanism yang pas-pas-an saja
   
  salam
   
  Budiman Sudjatmiko

  

Kirim email ke