Mana ada usaha yang bisa menandingi bunga SUN? -poin yang bagus dari bung 
khairul

Lalu, mana bisa bunga SUN rendah menyaingi obligasi negara maju yang juga 
menggunakan instrumen sejenis? -ini tantangan eksternal

Lalu lagi,  bunga fed rate dan negara maju rendah, BI rate juga ikut turun.. 
Tapin usaha tetap berhadapan dengan atau bersaing dengan bunga Obligasi dunia 
tinggi,  drive bunga SUN tinggi tekan deposito NAIK karena bersaing dengan 
bunga tinggi itu -ini faka

Teori ajarkan defisit biayai Obligasi negara, standing buyer kan ada negara 
maju, yang nyatanya cari selisih bunga juga untuk biayai bunga.. Lalu, apakah 
defisit dan stimulus dengan biaya mahal dapat menumbuhkan usaha? -itu 
pertanyaan kunci, di level pelaksanaan semuanya SENI bukan SCIENCE semata... 

Berkeley kek, kerakyatan kek, sosialisme kek PRAKTEKNYA harus menjawab prinsip 
dasar ilmu ekonomi, yaitu KESEIMBANGAN yang bisa memicu biaya ke arah 
pendapatan yang mensejahterakan rakyatnya..

Akan menarik jika di level SENI KEBIJAKAN  bisa kita uji semua ini.. Bagi 
rakyat banyak, semua yang dibayar hari ini melalui kebijakan sang pemimpin 
haruslah menjadi akar kesejahteraan di masa depan bukan akar yang justru 
semakin tercerabut oleh wacana..

-Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang pos®[on the 
net: www.elrizky.net]

-----Original Message-----
From: khairul wazri <[email protected]>

Date: Thu, 19 Mar 2009 01:00:35 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Mafia Berkeley ???


 
 
dear all,
 
 
saya berfikir tidak cukup, integritas dan rasa nasionalisme saja, team ekonomi 
pemerintah ini perlu juga cerdik. srimulyani terlalu banyak menghafal waktu 
kuliah. saya melihat srimulyani seperti tokoh steve dalam film family matter.
kebijakan mereka tidak mengakar. kenapa bisa bank-bank milik pemerintah didikte 
oleh segelintir orang yg namanya deposan besar. apa gunanya instrumen yg 
dimiliki, seperti lembaga penjaminan, dsb, team ekonomi KIB tidak mengerti 
gimana susahnya berusaha di republik ini. padahal opsi investasi, yang bisa 
menandingi bunga deposito dan surat utang negara sudah tidak ada. coba saja 
lihat negara tetangga. berapa suku bunga acuan mereka.
penurunan bi rate ibarat anjing menggonggong saja. di sisi lain para debitur 
sudah mulai menjual aset mereka untuk bisa tetap dipercaya. tetapi bunga kredit 
tetap tidak terkendali. sampai kapan pengusaha bisa bertahan menghadapi situasi 
seperti ini.
terus isyu-isyu negatif tetang pengangkatan pejabat-pejabat BI tidah pernah 
diusut. contoh  dalam pengankatan miranda gultom yg bagi-bagi uang. dan 
melibatkan partai tertentu. kenapa kpk tidak berani? apa benar kpk takut sama 
orang pdip?
sorry rekan-rekan, saya sedikit emosi.
 
wasallam
 


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan 
http://kompas.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke