JK sepertinya harus dapat meyakinkan masyarakat secara rasional sekiranya hendak menjadi Presiden RI mendatang, karena kalau sekiranya pemerintahan sekarang dianggap kurang cepat mengatasi kesulitan ekonomi dan pertumbuhannya lambat serta masih banyak pengangguran, maka logikanya apakah masyarakat mau diajak untuk memilih JK sebagai Capres?, bukankah JK adalah bagian integral dari pemerintahan sekarang yang ikut bertanggung jawab juga sebagai Wapres ?
Dan sebaliknya jika JK hendak mengangkat citra dirinya dengan mengakui keberhasilan pemerintahan sekarang, yang berarti juga mengakui kontribusi dan keberhasilan JK sendiri sebagai Wapres, logikanya adalah mengapa pemerintahan yang sekarang hendak diganti? atau susah-susah mencari Capres baru lagi yang harus memulai dan membentuk pemerintahan dari awal kembali? Gautama Harsha ------------------------------------------------- > In [email protected], "Agus Hamonangan" > <agushamonan...@...> wrote: > > Laporan wartawan KOMPAS Suhartono > > http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/22/16194884/kalla.heran.peserta.kampanye.golkar.banyak.pengangguran > > TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar > Muhammad Jusuf Kalla menyatakan keheranannya karena banyak kader partai yang > ikut dalam kampanye partainya masih pengangguran. Hal tersebut diungkapkannya > saat berkampanye di Lapangan Cilenggang, Serpong Bumi Serpong Damai (BSD), > Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Minggu (22/3) sore. > > Kalla sampai berkata, "Kok pengangguran semuanya?" Sebelumnya, beberapa kali > Kalla mengundang pemuda yang mengenakan kaos Partai Golkar naik ke panggung > karena dia berteriak-teriak mendukung Partai Golkar secara militan. Ketika > ditanya apa pekerjaanya, sang pemuda dengan malu-malu menyatakan, > "Pengangguran, Pak." > > Sewaktu kampanye di Makassar dan Jambi, Kalla yang berdialog dengan beberapa > pemuda juga terkejut karena yang diundangnya naik ke panggung seorang > pengangguran. Saat mengundang seorang pemuda yang memiliki usaha pembuatan > batu bata, Kalla juga mendengar jawaban memprihatinkan. Pasalnya, usaha batu > batanya diakui hancur karena krisis. > > Kemudian Kalla mengundang seorang ibu untuk naik ke panggung. Sang ibu > mengaku bekerja sebagai buruh di perusahaan tekstil. Namun, sang ibu meminta > Kalla menurunkan harga sembako. Meskipun Kalla menyatakan kalau harga sembako > diturunkan akan menyusahkan petani, namun sang ibu tetap meminta harga > diturunkan. Demikian juga ibu-ibu yang ikut berkampanye dan berada di bawah > panggung ikut mendukung. > > Akhirnya, Kalla mengatakan, "Kita akan cari keseimbangannya supaya tidak > menyusahkan ibu dan juga petani lannya." > > Ketika ada yang berteriak calon presiden, Kalla langsung bertanya, Kalian > setuju saya jadi Presiden?" Massa berteriak setuju dan mendukung. Ia langsung > berkomentar, "Memang orang Banten dan orang Makassar orang yang berani." > > "Saya janji di hadapan kalian, kalau saya jadi Presiden, saya akan lebih > cepat dan lebih baik atasi kesulitan ekonomi. Kalau masih ada pengangguran, > itulah tugas dan tanggung jawab kita untuk menyelesaikannya. Dan saya > berjanji untuk penuhi itu dan atasinya supaya tidak banyak pengangguran," > kata Kalla. > > Kampanye Partai Golkar di Lapangan Cilenggang, Serpong BSD merupakan kampanye > Kalla yang kelima di Provinsi Banten itu, setelah berkampanye di Medan, > Makassar, Palembang, dan Jambi. Dalam kampanye ke Serpong BSD itu, Kalla yang > didampingi rombongan pengurus Partai Golkar yang menyertai dalam perjalanan > ke Jambi, disambut oleh pengurus Partai Golkar Pusat, yang juga Gubernur > Banten Ratu Atut Chosijah beserta jajaran pengurus DPD Partai Golkar Banten > lainnya seperti Ketua DPD Rahmat Rahayu. >
