http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/24/07474922%20/mengintip.pesawat.mewah.prabowo.selama.kampanye


KOMPAS.com â€" PRAMUGARI berwajah cantik dengan cekatan menyelimutkan badcover 
kepada Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra ini. Seorang asisten Prabowo 
Subianto kemudian memasang seatbelt khusus untuk bosnya.

Lampu kabin segera dimatikan. Jendela pesawat pun ditutup dengan cara menarik 
plastik penutup sehingga suasana menjadi remang-remang.

Untuk mengurangi kebisingan, asisten Prabowo lalu membawakan penutup kuping 
untuk pendiri partai berlambang kepala burung Garuda ini. Dari jauh, terlihat 
Prabowo begitu pulas tertidur.

Itulah gambaran sekilas aktivitas di kabin pesawat F-100 yang disewa Prabowo 
selama 20 hari masa kampanye. Sejak Selasa (17/3), Prabowo sudah tiga kali  
berkampanye ke berbagai daerah dengan mencarter pesawat VIP, satu-satunya milik 
Prime Air. Di ruang VVIP yang luasnya separuh dari ruang penumpang, hanya 
berisi 13 kursi dan satu tempat tidur.

Posisi kursi di bagian kanan berjumlah dua kursi yang lebar dan jaraknya 
berjauhan sehingga jika bagian penopang badan ditarik ke belakang, penumpang 
bisa berbaring. Jumlah kursi ini hanya 10 unit.

Di sebelah kiri, jumlah kursi hanya tiga. Di depan setiap kursi diberi meja 
permanen sehingga penumpang seperti duduk di hotel bintang lima. Di barisan 
tiga kursi tersebut dibentangkan tempat tidur untuk orang nomor satu yang 
biasanya menyewa pesawat tersebut.

Di kelas VVIP tersebut, terdapat pula mini bar yang menyediakan minuman kelas 
atas. Khusus untuk minuman mahal tersebut, penyewa pesawat harus membayar. 
Pajangan botol minuman dipajang di buffet mini.

Sementara itu, di kelas VIP terdapat 24 kursi. Posisi kursinya dua-dua. Kendati 
berjumlah 24 kursi, para penumpang tidak merasa sempit. Selain kursinya yang 
lebar, penopang badan juga bisa ditarik mundur jauh sehingga badan tidak akan 
pegal meski lama duduk.

Untuk kabinnya, begitu kaki masuk ke pesawat buatan tahun 1990 tersebut, sudah 
terasa kemewahannya. Karpet merah membentang dari ujung tangga masuk hingga 
bagian belakang. Bagasi dan atap kabin berwarna putih bersih. Di sekat pemisah 
dipasang lapisan kulit berwarna coklat.

Warna merah di karpet dan putih dibagasi dan atap kabin sangat pas sekali 
dengan lambang Partai Gerindra. Yang membuat Prabowo senang menyewa pesawat 
tersebut karena lapisan kulit kursi berwarna coklat muda, warna kesayangan 
Prabowo selain merah dan putih.

Guna menyewa pesawat superekslusif tersebut, perlu merogoh kantong yang cukup 
dalam. Untuk harga normal, setiap jam penerbangan dikenakan tarif 6.000 dollar 
AS atau setara Rp 66 juta (kurs Rp 11.000). Seperti perjalanan ke Padang yang 
membutuhkan waktu 1,5 jam, maka tarifnya kena 3 jam karena pulang dan pergi. 
Jika dikalikan dengan harga sewa, sudah mencapai 18.000 dollar AS atau setara 
dengan Rp 216 juta.

Orang kepercayaan Prabowo yang bertugas mengurus sewa-menyewa pesawat untuk 
berkampanye yang akrab dipanggil Haykel tidak mau menyebut berapa harga sewa 
pesawat selama kampanye tersebut.  Haykel hanya menyebut, selama 20 hari 
kampanye Prabowo dan DPP Partai Gerindra menyewa pesawat tersebut. “Kalau 
soal nominal, ini confidence,” ujarnya.(persda network/yuli s)

Kirim email ke