Kalau mau hitung dampak moneter (gejolak mata uang atau kurs nilai tukar), maka 
kita akan sampai kepada persoalan manajemen instrumen moneter yang ter'corner' 
oleh mayoritas surat berharga pasar keuangan dikuasai asing.. Saat ini, hutang 
sebagian besar dalam bentuk sekuritisasi pasar finansial (SUN dkk).. Kalau kita 
simpan faktor 'kecanduan eksternal' sebagai dampak bengkaknya beban utang, MAKA 
siapapun Capres-nya harus punya jawaban untuk melakukan re-orientasi manajemen 
devisa.. Nah, dititik ini, tak bisa tidak Capres harus menempatkan diri how to 
dia sbg kepala negara melakukan harmonisasi dengan BI.. Sayangnya, meski saat 
ini baru tahap pileg Saya tak menemukan satupun parpol yang mengeluarkan 
platform-nya soal manajemen devisa...

Kalau tak bayar utang itu merendahkan harga diri, maka hutang yang diambil 
haruslah tertanam ke akar perekonomian yang memicu sistem ekonomi bekerja penuh 
sehingga rakyatnya kerja (bukan musiman dengan upah rendah) dimana upahnya 
berdaya beli (harmonisasi dengan kebijakan sisi harga barang).. Itulah yang 
disebut harmonisasi kebijakan fiskal yang fokus ke industrialisasi ekonomi agar 
over financial market tertanam ke akarnya.. Cirinya dari serapan utang lama, 
kalau itu perpektif ekonomi maka tax ratio naik dari PPh daya kerja dan PPn 
daya beli... Sayangnya, hutang nambah sangat drastis TAPI tax ratio stagnan.. 
Jadi harga diri bayar utang adalah mesti dari daya kerja bangsa membayar 
kembali modal utang dari tax ratio.. Kalau tidak kan utang baru untuk bayar 
utang lama.. Suka atau tidak, Partai Pak Presiden harus siap dong melihat fakta 
dibalik data.. Karena bukan hanya bicara prestasi, pemimpin kan harus siap 
berkata maaf agar terhindar dari merasa benar sendiri :)

Sayang sampai kampanye berakhir tak ada parpol yang menelurkan gagasannya 
he3x.. Bahkan, Prabowo yang posting 8 gagasan Gerindra di milis ini belum 
menjawab imel saya yang nanya 'how to' dibalik gagasanya :)

... Asoy ..geboy.. Gedebug .. Huhuy.m

Q: Apakah jiwa dari negara Indonesia
A: Indonesia adalah Negara Kesejahteraan sebagaimana tercantum dalam alinea ke 
4 UUD45 'Kemudian daripada itu untuk melindungi seluruh tumpah darah bangsa 
Indonesia dibentuklah pemerintahan negara Indonesia untuk memajukan 
kesejahteraan umum..'
-Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang posĀ®[on the 
net: www.elrizky.net]

-----Original Message-----
From: "Irsal Imran" <[email protected]>

Date: Wed, 08 Apr 2009 04:38:36 
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Waduh! Utang RI Meningkat Rp 80 Triliun Per 
Tahun


Ini yang kok kayaknya ngebandingi apel ama jeruk.  Kalau mau ngebandingi, 
bandingin dalam mata uang (real) dollarnya jadi efek2 inflasi dan depresiasi 
rupiahnya terhadap dollar bisa kehitung dengan baik.

salam,


-Irsal




------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan 
http://kompas.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke