Ha ha ha itulah kalau kita ini masih bermental cari kambing hitam... Bangka-Belitung bopeng-bopeng akibat pengerukan timah oleh para penambang TI... eh malah kini ada suara-suara minta ganti rugi dan tanggungjawab Belanda... padahal kolong bekas galian Belanda itu sangat mirip Situ Gintung dan tidak merusak gila-gilaan seperti dekade terakhir ini saat siapa saja boleh jadi penambang TI asal mau dan mampu...
Mang Iyus Wal Suparmo wrote: > Salam, > Masih ada usul yang lebih baik lagi dari seorang miliser lain,yaitu: > 1) Kalau ada kecelakaan lalulintas di Pantura maka kita minta Daendels > atau ahli warisnya bertanggungjawab dan membayar ganti rugi. > 2) Demikian juga dengan kecelakaan dibidang listrik, kita minta > tanggungjawab dari ANIEM( PLN Hindia Belanda) dan kecelakaan KA minta > tanggungjawab dari SS(Staats Spoorwegen).Meskipun setelah 63 tahun dan > hanya mampu mengoperasikan 30% dari jaringan KA di Hindia Blanda > dengan kurang dari 100.000 orang pegawainya saja AMBURADUL apalagi > mengurus 220 juta rakyat Indonesia. > Wasalam, > Wal Suparmo
