Bung Ignas yang baik, ini data dr saya, semoga membantu, membuat analisa. Dan menentukan arah gerak para golputers. (Senyum mode on)
Versi Lembaga Survei Indonesia ,turn out voters dalam pemilu legislatif 2009 ini 72,15 persen.(MoE QC +-1%) Berikut TOV legislatif dr masa ke masa: "55: 91,41% "71: 96,62% "77: 96,52% "82: 96,47% "87: 96,43% "92: 95,06% "97: 93,55% "99: 92,74% "04: 92,74% "09: 72,15%(QC LSI) Perolehan suara dari masa ke masa: 1955: PNI:22,32 Masyumi:20,92 Partai NU: 18,41 PKI:16,32 PSII:2,89 Parkindo:2,66 Lainnya: 16,44 ( kalau skg,judulnya tidak lolos ET). Hehehe ....1971-1997(ga usah kita bahas y...) 1999: PDIP:33,73 Golkar:22,43 PPP: 12,60 PKB:10,7 PAN: 7,11 PBB:1,94 PK:1,36 Lain2:10,13 2004: Golkar:21,58 PDIP:18,53 PPP:10,57 Demokrat:8,15 PKB:7,45 PAN: 7,34 PKS:6,44 Lainnya:26,38 2009 (QC LSI MoE +-1%) Demokrat:20,5 PDIP:14,2 Golkar: 14 PKS :8 PAN:5,8 PPP:5,2 PKB:5,1 Gerindra:4,5 Hanura:3,8 Lainnya: 18,9 ( hangus karena efek Ambang Batas Parlemen-ABP- 2,5persen) Dengan adanya ABP 2,5persen, artinya partai2 yg duduk di parlemen 2009 ini, diasumsikan mewakili 100 % rakyat untuk membuat UU, meskipun mereka duduk disana hanya dengan dukungan 81,1 persen pemilih saja (100-18,9). Jika prosentase suara 2009 ini pembaginya kita kecilkan jadi 81,1 persen, maka prosentase suara menjadi: PD: 25,3 PDIP: 17,5 Golkar:17,3 PKS: 9,9 PAN: 7,2 PPP:6,4 PKB:6,3 Gerindra:5,5 Hanura: 4,7 (Tanpa ada lagi lain-lainnya) Prosentase inilah yang akan dikonfersi menjadi kursi. Nah disinilah indoor politics d DPR mesti kita lihat. Kalau dikonfersi menjadi kursi, maka prosentasenya akan berbeda. Perbedaan prosentase suara dan kursi ini diakibatkan oleh perbedaan district magnitude di masing masing daerah pemilihan (dapil). Kita memiliki 77 daerah pemilihan di 2009 ini. Ada daerah yang harga kursinya mahal dan ada daerah yang kursinya murah. Daerah Jawa meskpun pemilihnya banyak,tapi harga kursinya mahal, tidak dgn daerah timur. Harga satu kursi di Bangka Belitung tentu berbeda dengan satu kursi di Jawa Timur VII misalnya. Meskipun anggota DPR terpilih di dua daerah pemilihan itu memiliki hak-hak yang sama sebagai wakil rakyat. Partai yang perolehan suaranya merata "menang" di setiap dapil, apakah itu daerah pemilihan mahal maupun daerah pemilihan murah, maka akan berpeluang mendapatkan kursi lebih besar dr prosentase perolehan suaranya secara popular, ketimbang partai yang distribusi suaranya tidak tersebar dengan merata, atau menguasai daerah pemilihan tertentu saja (meskipun mahal) Nah, jika prosentase setelah mengeluarkan partai partai yang tidak lolos ambang batas parlemen 2,5 persen tadi, maka kemungkinan prosentase kursi di DPR nya akan berbeda dengan prosentase kursi di DPR. Inilah yang dalam terminologi Ilmu politik disebut deviasi proporsional. Deviasi yang dihasilkan dr proporsi kursi dan perolehan suara secara popular. Partai partai spt PKB akan mengalami deviasi negatif, karena suaranya "menumpuk" di Jawa Timur. PDIP akan terdefiasi negatif karena padat di Jawa. Nah, disnilah unggulnya Golkar, suaranya meskipun turun tetap merata. PKS juga masih menumpuk di Banten Jawa Barat dan DKI. Dalam hitungan saya, maka tiga besar di parlemen itu Demokrat, Golkar, dan PDIP. (PDIP jadi dibawah golkar). Kira2 prosentase kursi DPR akan jadi: Demokrat 27 persen an, Golkar 20 persen, PDIP 18 persen. Jadi kalau Golkar dan Demokrat bergabung misalnya, taruhlah SBY-JK berlanjut lagi dengan alasan "kontiniutas" pemerintahan, maka dukungan parlemen akan mencapai 47 persen kursi, tinggal tambah satu partai menengah saja, apa saja tinggal pilih, PKS bagus (karena prakiraan kursi bisa 11persen,deviasi +1persen), PAN boleh, PKB Ayo. PD-Golkar-PKS akan didukung 58 persen kursi, PD-Golkar-PAN akan jadi 55 persen.Bahkan jika PD-Golkar-PKB pun akan didukung 51 persen kursi. Disinilah nilai strategis Golkar. Di hadapan partai Demokrat. Jika PD Golkar kembali bersama, maka semuanya menjadi lebih gampang. Tagline JK menjadi relefan, bersama Golkar, Demokrat bisa lebih cepat, dan tentu jadi lebih baik untuk demokrat membangun pemerintahan.Dalam hemat saya, golkar adalah gadis cantik di depan pemuda tampan bernama demokrat. Namun jika tidak dengan golkar, tentu jadi tambah repot, karena bagi bagi kuenya terlampau banyak, dan semua serba tanggung. Misalnya PD,PKS,PKB,PAN. Masing-masing 27(deviasi +2)+11(deviasi +1)+4(deviasi negatif -2)+8(deviasi +1) =50 persen kursi DPR, belum sampai 50 persen plus satu. Koalisi ini beresiko tinggi karena terlampau banyak partai yang ikut, power sharing rumit, dan kalau pemerintahan sukses, akan diklaim sendiri kembali oleh demokrat, jika gagal, bukan tidak mungkin satu atau dua akan lari dari koalisi (jika ikatannya tidak kuat), atau ribut ribut di luaran, program apapun yang akan diambil pemerintahan SBY (asumsi ia terpilih dan berpasangan dengan wakil presiden dr PKS tentunya, sbg partai kedua terbesar dalam skenario ini). Apalagi jika skenario PD-PKS dan partai tengah ini berjalan, rongrongan koalisi benar benar melumpuhkan Presiden terpilih, setinggi apapun dukungan rakyat padanya. Apalagi dengan wakil dari PKS, tentunya akan membuat PAN dan PKB cendrung tidak patuh pada sang wapres dengan alasan "psikologis",sesama partai islam dilarang saling memerintah" (senyum).. Demikian diskusi sementara qt. Kok aku jadi serius gini ya menanggapi Bung Ignatius ya. Hehehehehe. Meskipun terlampau panjang "share" nya, pdahal Bung Ignatius ini cuma bertanya data, jawabannya jadi data plus cerita. (Senyum) Saya hanya gatal saja, karena angka-angka perolehan suara kali ini menarik bagi saya, dan membangun koalisi harus based on "kursi" dpr, bukan base on popular vote. Tadinya pengen diam saja, tapi karena disini ada Pak Kusmayanto, ya terpaksalah saya jejerkan argumen jadi panjang. Semoga beliau tetap jadi menteri lagi. Hehehe Namun demikian, saya juga ingin bertanya pada FPK ers sekalian? Seandainya jadi Dino Patti Djalal, or Andi Mallarangeng, apa ya yang akan dibisikkan pada Pak Beye terkait dengan angka2 ini? 1. Lanjutkan dengan JK aja lah Pak Beye, biar aman. 2. Ah, kita singkirkan ajalah JK, qt pulangkan ke Makasar, kita ambil Golkarnya saja, ga mesti JK khan? Tapi.... 3. Sudahlah Pak Beyean yang kecil kecil ini sajalah, mereka khan kecil, jadi ga banyak maunya. 4. Ga usah takut pak, kita ini gula, situ semut2. Wakil Presiden nya dari demokrat saja, kader2 muda demokrat harus dipromosikan. Bisa Anas, bisa Nova Riyanti Yusuf (boleh juga khan Pak, wapres kader sendiri, dokter jiwa, penulis lagi), atau Ibas saja pak (khan jadi asyik Pak, memecah rekor dunia,dan mempermudah alat peraga kampanye pilpres nanti, pilih! S-E(BY)-baca SEBEYE).Lanjutkan!!!! (Senyum senyum, agak mode on)... (Bersambung) Salam Hormat Miftah Sabri Mangkudun Mengajar Ilmu Politik dan Angka2 di Dept Ilmu Politik UI... Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Ignas Iryanto <[email protected]> Date: Sat, 11 Apr 2009 00:14:21 To: <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] data Teman teman golputers, Punya data yang baik tentang Golput pada 9 april kemarin ? Bisa dishare ? terima kasih. Salam, Ignas iryanto [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan http://kompas.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
