Saya setuju dengan pernyataan Presiden Yudhoyono. Tidak ada toleransi untuk 
KPU. Maka penggantian anggota-anggota KPU harus disegerakan. Pemilu perlu 
dilaksanakan oleh orang-orang yang punya integritas dan kepercayaan (trust) 
dari rakyat.

NB.
Pernyataan Presiden bisa mendorong rakyat mendemo KPU.

--- On Thu, 4/16/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Presiden: Tak Ada Toleransi untuk KPU
To: "FPK" <[email protected]>
Date: Thursday, April 16, 2009, 8:56 PM

Woiiii... Pak Beyeee... Ini bukan sekadar inkompetensi KPU... Ini soal 
kecurangan dan manipulasi data yang kalau bukan Bapak otaknya, ya berarti 
kerjaan anak buah bapak... Gimana sih?! Presiden yang aneh!

Salam,
Hendro.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Agus Hamonangan" <[email protected]>

Date: Fri, 17 Apr 2009 03:26:25
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Presiden: Tak Ada Toleransi untuk KPU


http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/17/03181968/presiden.tak.ada.toleransi.untuk.kpu


Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, kerumitan dan 
kompleksitas Pemilihan Umum 2009 dibandingkan dengan Pemilu 2004 tidak dapat 
dijadikan alasan pembenar jika hasil kerja Komisi Pemilihan Umum tidak baik. 
Terhadap gerakan politik sejumlah elite, Presiden menyebutkan kematangan dan 
keberadaban demokrasi Indonesia tengah diuji.

"Dengan penjelasan ini, saya tidak bermaksud bahwa kita memberikan toleransi 
terhadap KPU jika ada pelaksanaan tugas yang tidak baik. Sama sekali tidak! 
Namun, mengingat beratnya tugas KPU, mari kita bantu bersama-sama dengan 
sungguh- sungguh, sesuai ruang dan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang 
Dasar dan undang-undang," ujar Presiden dalam pengambilan gambar pidato di 
Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).

Pidato itu dibuat Presiden untuk merespons pelaksanaan pemilu legislatif dan 
persiapan Pemilu Presiden 2009. Dalam pidato itu, Presiden merangkumkan semua 
hal yang pernah dikatakannya dalam berbagai forum sebelumnya terkait pemilu dan 
dinamika politik yang mengikutinya. Permasalahan daftar pemilih tetap adalah 
yang paling mengemuka.

Presiden melihat, komentar dan aksi politik yang terjadi merupakan realitas 
politik dalam demokrasi.

Karena melihat beberapa komentar dan aksi politik itu secara substansial dapat 
menimbulkan persepsi yang keliru dan sikap saling curiga antarwarga, Presiden 
merasa perlu menyampaikan pidato kepada rakyat.

Presiden ingin, seluruh rakyat mengerti duduk persoalan sesungguhnya sehingga 
tidak mudah terpengaruh berbagai provokasi dan hasutan.

Demokrasi diuji

Terhadap aksi politik terkait pemilu legislatif, Presiden menyebutkan, 
demokrasi tengah diuji kembali. Presiden mengajak rakyat membuktikan demokrasi 
Indonesia makin matang dan makin beradab.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai oposisi merasa prihatin 
dengan penyelenggaraan Pemilu 2009 yang sangat buruk. Pemilu susulan pada tahun 
2009 pun jauh lebih banyak daripada Pemilu 2004 saat PDI-P memerintah.

"Zaman Ibu Megawati, pemilu susulan hanya ada di empat daerah. Sekarang ini 
terjadi hampir di semua provinsi, kabupaten/ kota, akibat kesalahan surat suara 
yang tertukar, penghitungan yang lebih dari ketentuan undang-undang," papar 
Sekretaris Jenderal PDI-P Pramono Anung, Kamis.

PDI-P juga mengingatkan bahwa hingga saat ini proses penghitungan suara di 
beberapa daerah belum juga selesai. Hal ini, kata Pramono, melanggar 
undang-undang. (SUT/INU)


Kirim email ke