Siaran Pers

Mendesak Pemerintah SBY Mengedepankan Dialog Dalam Penyelesaian Konflik di
Tanah Papua

 

 

Komponen masyarakat sipil menyatakan sangat prihatin dengan peningkatan
eskalasi kekerasan yang terjadi di Tanah Papua dan meminta kepada berbagai
pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan melakukan dialog. 

 

Berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua saat ini merupakan reaksi
dari ketidak tegasan pemerintah dalam menjalankan Undang-undang otonomi
khusus di Papua yang menyebabkan tidak tuntasnya penanganan konflik yang
sedang terjadi di Papua ditambah lagi dengan respon yang sangat represif
terhadap berbagai tuntutan warga Papua atas penyelesaian berbagai kasus
pelanggaran HAM, kesejahteraan dan keadilan, bahkan terjadi separatisasi
terhadap berbagai gerakan dan tuntutan rakyat Papua. Kami juga meminta
kepada semua pihak untuk menggunakan cara-cara yang damai dalam
memperjuangkan aspirasi dan tuntutan mereka.

 

Rangkaian teror yang terjadi di Papua khususnya di Kota Jayapura dan Wamena,
mulai dari penyerangan Mapolsekta Abepura, pembakaran Rektorat Uncen,
rentetan pembunuhan tukang ojek di Wamena, teror bom dan isu-isu yang
disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab hingga membuat masyarakat
resah, harus mendapat perhatian serius utamanya Pemerintah Daerah.
Penambahan pasukan dan pergerakan pasukan TNI/Polri di Papua juga tidak
dapat dilakukan tanpa melalui persetujuan otoritas sipil dalam hal ini
Presiden, termasuk juga persetujuan dari pemerintah daerah di Papua. Wakil
Gubernur Papua, Alex Hesegem SE telah mengatakan bahwa terkait kasus
penyerangan dan pembakaran serta rangkaian teror tersebut, bukan dilakukan
separatis, tetapi merupakan aksi kriminalitas[1]. Kami menilai bahwa
instansi militer setempat berpotensi ikut menambah kisruh persoalan. Sebab
pernyataan-pernyataan mereka terlalu prematur dan sama sekali tidak
didasarkan pada bukti-bukti yang cukup. Kecurigaan terhadap TNOPM sama
sekali tak akan menolong pemerintah dalam menyelesaikan gejolak yang
terjadi.

 

Dalam konteks pelaksanaan Pemilu 2009, berbagai peristiwa teror dan
kekerasan yang terjadi di Papua saat ini tidak boleh mengalihkan perhatian
kita terhadap kejujuran dan kebersihan Pemilu 2009 di Papua termasuk juga
dalam proses Perhitungan Hasil Pemilu 2009 di Papua. Momentum Pemilu kali
ini haruslah dijadikan sebagai sarana penciptaan demokrasi dan perdamian
bagi masyarakat Papua.untuk mewujudkan Papua tanah damai

 

 

Untuk sementara kami menyimpulkan bahwa modus kekerasan menunjukkan tipologi
pelaku yang khusus, yaitu ada pelaku yang memang sangat terlatih dalam
melakukan serangan kekerasan termasuk menggunakan senjata api. Tetapi juga
di sisi lain, ada pelaku lapangan dengan menggunakan pemuda-pemuda yang
mudah terpancing oleh informasi yang menyesatkan dan insiden kekerasan itu
sendiri. 

 

Berdasarkan perkembangan situasi di Papua, maka dengan ini kami menyatakan:

 

1.            Mendesak Pemerintahan SBY - JK untuk mengambil inisiatif
dialog yang berkelanjutan sebagai upaya menyelesaikan konflik di Papua
secara damai.

2.            Kami juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak
terprovokasi dengan berbagai peristiwa, issu mau pun teror yang berkembang
akhir-akhir ini serta tidak tidak menggunakan cara-cara kekerasan dan 

3.            Kami juga berharap aparat keamanan khususnya kepolisian dapat
bertindak profesional dengan mengedepankan prinsip-prinsip HAM dalam
menyikapi kasus-kasus kekerasan yang terjadi. Kami menghkhawatirkan upaya
berlebihan yang dilakukan kepolisian dapat menjadi bagian dari masalah Papua
apalagi terjebak dalam provokasi dari pihak lain.

 

Demikianlah siaran pers ini kami sampaikan, atas perhatian dan dukungan
semua pihak kami sampaikan terima kasih.

 

 

Jakarta, 17 April 2009, 

 

KontraS, HRWG, Imparsial, Jatam, LIPI, Federasi KontraS, Fokker LSM Papua,
Praxis

 

 

 

 

============================================================================
===================

 

Andi K. Yuwono
Executive Secretary (Acting)
Praxis Association
Jl. Salemba Tengah No. 39-BB
Jakarta 10440 - INDONESIA
Tel. ++62 21 3156907, 3156908, 3911927
Fax. ++62 21 3900810, 3156909
Mobile: 0811182301

Yahoo Messenger: andi_yuwono
Email: [email protected]
Http://www.prakarsa-rakyat.org
Http://www.praxis.or.id
Http://andi-yuwono.blogspot.com

 


"It is better to die on your feet than live on your knees".

 

-- Emiliano Zapata --

 


  _____  

[1] Cenderawasih Pos 16 April 2009, Jayapura



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke