setuju sekali dg uraian pak dasman sangat disayangkan kalimat2 spt "saya jd bumper kebijakan2 pemerintah......." "kalo bukan krn partai Golkar & ketua nya ........"
dilontarkan oleh Pak JK, yg hingga detik ini masih sbg wakil presiden Republik Indonesia. shg kesannya (menurut saya) koq tidak ikhlas dalam mengemban tugasnya sbg Wapres... kalo gaya pak JK begini terus, bukannya simpati yg diperoleh dr rakyat, yg ada malah dpt cibiran.. kedepankan dulu kepentingan bangsa & negara di atas kepentingan pribadi & golongan dong pak.. *mules beneran denger pidato pak JK kemarin itu regards, indri ________________________________ From: dasman djamaluddin <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, May 4, 2009 11:55:33 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] WAKIL PRESIDEN TUGASNYA IKUTI PERINTAH PRESIDEN Di dalam hukum ketata negaraan kita atau di mana-mana di seluruh dunia, tugas wakil presiden adalah sejalan dengan presidennya. Di samping sejalan sudah tentu mengikuti perintah presidennya. Ini adalah dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara bukan dalam kehidupan berpartai atau perseorangan. Kesetiaan kepada partai berakhir, bila kesetiaan kepada negara bermula. Seseorang yang ingin menjadi wakil presiden, jika tugasnya demi bangsa dan negara, ya harus dilakukan. Apa yang terjadi terhadap diri wakil presiden, selama itu mengemban tugas negara yang diperintahkan presidennya, ya, sah-sah saja. Tidak ada kata tertekan atau tidak bersedia. Menepuk dada bahwa partai atau golongan atau pribadi berhasil di dalam lingkup kepentingan bangsa dan negara adalah sesuatu yang tidak patut diungkapkan, karena jika telah bergabung di dalam sebuah sistem, berhasilnya pemerintahan, ya, berhasil pula seluruh elemen yang berada di dalamnya. Sebaliknya bila gagal, ya, tim yang ada di dalam pemerintahan, semuanya gagal.(Dasman Djamaluddin/http://dasmandj. blogspot. com) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
