http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/05/05/03461044/pd-pks.hampir.selesaikan.kontrak.politik

Jakarta, Kompas - Pembicaraan kontrak politik antara Partai Demokrat dan Partai 
Keadilan Sejahtera tinggal masalah penyesuaian bahasa. Kondisi ini makin 
mempererat koalisi antara PD dan PKS untuk pemerintahan mendatang, apalagi 
memang dikehendaki adanya koalisi jangka panjang yang lebih permanen.

Hal ini disampaikan Ketua PD Anas Urbaningrum di Jakarta, Senin (4/5).

Menurut Anas, kontrak politik itu, antara lain berisi agenda kerja dalam 
pemerintahan mendatang yang dianggap sejalan dengan platform dan dasar Partai 
Demokrat. "Platform Partai Demokrat adalah pembangunan, demokrasi dan 
keadilan," ujar Anas.

Tentang perolehan kursi PD, Anas mengungkapkan, PD sudah berhasil mengumpulkan 
142 kursi di DPR. Jumlah itu diperkirakan masih akan mendapat tambahan kursi 
lagi dari sisa suara yang ditarik ke provinsi.

Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera pada akhir bulan lalu sudah membuat 
keputusan bagi PKS yang akan berkoalisi dengan PD yang telah mengusung Susilo 
Bambang Yudhoyono sebagai presiden.

Ada empat putusan penting, yaitu dalam pemilu presiden mendatang, PKS akan 
berkoalisi dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat, apabila kontrak 
politik disepakati bersama. Artinya, jika pembahasan kontrak sudah disepakati, 
PKS akan mendukung penuh koalisi dengan PD.

"Kontrak politik dilakukan berdasarkan platform bersama dan disetujui Tim Lima 
PKS dan Tim Sembilan Partai Demokrat, dan dibuat dalam keberpihakan dan 
kepedulian terhadap bangsa dan negara," ujar Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin.

Menjelang pertemuan majelis syuro PKS, Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah 
memperkirakan, selain PKS akan mengusung koalisi dengan PD, juga akan mendorong 
Ketua MPR Hidayat Nurwahid sebagai cawapres yang akan berpasangan dengan 
Yudhoyono yang diajukan Partai Demokrat sebagai kandidat presiden.

Zulkieflimansyah mengungkapkan, dalam membangun koalisi ke depan, PKS ingin 
membangun koalisi permanen. "Jadi, bukan koalisi setengah hati atau koalisi 
yang sekadar soal pembagian kekuasaan atau kepentingan sesaat hanya untuk 
mengajukan calon presiden dan wakil presiden," katanya. (MAM)

 

Kirim email ke