benar, trans-7 melaporkan mengenai situasi kamar 808 ini. namun seorang
wartawan yang baik seharusnya TIDAK BEGITU SAJA MENERIMA INI SEBAGAI FAKTA.
wartawan yang baik haruslah senantiasa memelihara sikap skeptisisme dalam
dirinya. dengan demikian, ia tidak dengan serta-merta menelan mentah-mentah
apa yang tersaji di hadapan matanya. sesuatu yang tampak di depan mata belum
tentu sebuah kebenaran yang hakiki; tampilan itu bisa saja merupakan hasil
rekayasa. itulah sebabnya salah satu alat utama dalam profesi jurnalistik
adalah disiplin verifikasi. wartawan harus meragukan segala apa yang ada di
hadapannya, dan mengajukan sederet pertanyaan sebelum pada akhirnya dia
mengambil sebuah kesimpulan. khusus dalam kasus kamar 808 ini, banyak
pertanyaan yang bisa diajukan, misalnya saja:
* apakah tata-ruang seperti itu dapat ditemukan juga di sejumlah kamar
lainnya di hotel tersebut? apakah ini merupakan kelaziman yang berlaku umum
di bidang perhotelan (artinya, di hotel-hotel lain pun kita bisa menjumpai
kamar yang seperti ini)?
* sejak kapan kamar seperti itu ada di hotel tersebut? sejak awalkah? atau
dibuat karena adanya permintaan dari sejumlah tamu?
* apa kegunaan kamar tersebut?
* berapa biaya/tarif sewanya?
* siapa saja yang pernah menyewa kamar itu?
* apakah bisa ditelusuri mereka yang sebelumnya pernah menyewa kamar
tersebut? kalau penyewa ini bisa didapat, alangkah menariknya informasi yang
mungkin bisa digali dari orang ini. apalagi jika ternyata saat dia menyewa
sekian waktu yang lalu, kamarnya bukanlah seperti yang dilaporkan trans-7
tersebut.
* lalu muncullah pertanyaan/keraguan paling puncak: apakah tidak ada
kemungkinan bahwa tata letak seperti yang dilaporkan trans-7 itu BARU SAJA
DIBUAT setelah muncul heboh kasus antasari ini?
* bisa pula dilanjutkan dengan pertanyaan yang keluar kotak (out of the box)
sama sekali: APA BENAR ANTASASI BERTEMU RANI DI KAMAR ITU? ATAU
JANGAN-JANGAN DI KAMAR LAIN?

mudah-mudahan ada kawan-kawan wartawan yang berhasil menggali lebih jauh
serpihan fakta yang terkait dengan kamar 808 mahakam ini, termasuk mungkin
dengan mencari jawab atas serangkaian pertanyaan di atas.

salam,
arya gunawan



2009/5/7 Titiana Adinda <[email protected]>

>
>
> Tadi di Trans 7 diperlihatkan kamar 808 hotel gran mahakam. Ternyata kamar
> itu bukanlah kamar tidur koq. Kamar tersebut hanya terdapat meja dan kursi
> makan krn langsung berdampingan (ada pintu koneksi) ke ruang rapat kecil
> disebelahnya. Jadi tidak ada tempat tidurnya.
>
> Tadi juga ada gambar kondisi kamar itu. Memang hanya ada meja dan kursi
> makan aja...
>
> Salam hangat,
>
> Dinda
> ===
> http://titiana-adinda.blogspot.com
> http://buku-buku-dinda.blogspot.com

Kirim email ke