Saya pikir usul anda ke orang-orang Singapura agar tidak memboroskan uang beli 
puluhan pesawat tempur mulai dipahami mereka. Mereka merespons ide 
briliant. Sehingga ketika mereka memberikan beasiswa ke putra-putra terbaik 
Asean adalah strategi yang cerdas dan hebat. Itu juga sisi jangka panjang 
dari strategi eksistensi Singapura.
 
Mestinya pemerintah RI memberikan beasiswa secara ektensif dan berlebih ke 
anak-anak Papua. Papua menghasilkan puluhan miliar devisa setiap tahun. 
Beasiswa itu hendaknya lebih banyak dari yang diberikan oleh negara lain...
  
  

--- On Fri, 5/8/09, Martin Widjaja <[email protected]> wrote:

From: Martin Widjaja <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Australia Akan Beli 100 Jet Tempur F-35
To: [email protected]
Date: Friday, May 8, 2009, 8:38 AM








Hebat juga Mas KM dengan analisanya , saya setuju tuh.
Memang utk masa sekarang kekuatan militer kita
nggak dipandang mata sama sekali oleh Aussie .
Ancaman masa datang adalah dari RRT juga buat Indonesia.
Cara perang sekarang juga lain , Indonesia nggak usah terlalu
risau nggak punya pesawat tempur dll, yang penting sebenarnya
bagaimana memperkuat perbatasan dgn segala fasilitas nya baik
keamanan dan pembinaan masyarakat disana hingga bisa merasa
masuk NKRI adalah benar dan tepat. Kalau selalu disepelekan
atau dianak tirikan atau melarat karena di pusat korupsi melulu
yah biar punya kekuatan militer yang besar akan nggak gampang
menjaga kedaulatan NKRI itu...
Contoh di Aceh atau Timtim itu...
Saya juga selalu menyatakan pada beberapa kawan dari Singapore
bahwa Singapore sebenarnya sia2 saja punya pesawat temput
dgn base di AS, di Aussie dll , dalam kurun waktu tertentu jadi uzur
dan mubasir lagi...

Salam , martin - LA

____________ _________ _________ __
From: Kartono Mohamad <kmj...@indosat. net.id>
To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, May 6, 2009 8:04:03 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: Australia Akan Beli 100 Jet Tempur F-35

Mengapa Kita risau Australia meningkatkan persenjataannya? Saya yakin bahwa
yang Australia cemaskan bukan Indonesia yang tidak punya apa-apa tetapi
China. Tahun ini China mulai memperkuat Angkatan Lautnya dengan dalih untuk
melindungi kepentingan dia di luar China karena sekarang China adalah negara
eksportir yang besar. China kini sedang membuat kapal induk Dan menambah
kapal selam nuklir Dua macam persenjataan laut yang dinilai agresif (bukan
sebatas untuk pertahanan diri). Dan kapal-kapal perang lainnya. Dapat
dipahami ini membuat miris negara-negara sekitarnya, antara lain Jepang,
Vietnam, Dan Filipina. Juga ikut cemas adalah Australia.
Kalau Kita cemas Australia akan mendorong tumbuhnya separatisme di Indonesia
maka yang harus dilakukan adalah memperkuat rasa kesatuan bangsa,
memperbaiki sarana dan prasarana di daerah-daerah, Dan memeratakan
kesejahteraan. Insya Allah daerah tidak tergoda untuk memisahkan diri.
Salam
KM

Kirim email ke