Masuknya Prabowo - plus FZ dan McPr - memang mengurangi antusiasme massa
pendukung PDI-P. Tetapi ketika Wiranto sudah dipinang JK, mana lagi yang 
tersisa
bagi PDI-P, masakah meminang [minyak dan air] HNW???
Prabowo dengan Prabowonomics sangat meragukan akan diskrepansi "cerita 
dan realita".
Karena perusahaan-perusahaan milik keluarga Prabowo jelas-jelas sifatnya 
kapitalis murni.
Berapa ratus ribu hektar perkebunan mereka di seantero Sumatra? Apa 
semuanya konsekuen
berdasarkan ekonomi kerakyatan? [Baca: [IKBAL Al-Amien] Re: Fw: 
Mengintip kekayaan Prabowo
Ahmadie Thaha, Mon, 30 Mar 2009 04:32:37 -0700]

Jadi siapapun yang menang kelak so pasti GAK BAKALAN loncat ke Sistem 
Ekonomi
Kerakyatan. Kalau di Republik Mimpi mungkin bisa kejadian. Indonesia 
tetap akan
berkutat pada sistem kapitalisme [ekonomi pasar] dan pola membangun ekonomi
berlandaskan UTANG kepada badan keuangan internasional [WB, IBRD, ADB, 
IMF, dsb].
Indonesia sudah masuk ke dalam JERAT oktopus itu dan tidak akan mudah 
bisa keluar lagi.
Dari semuanya PD dengan SBY Berbudi ... yang paling dicintai dunia 
kapitalis sekarang.
Kalau JK-Win namanya juga JK itu businessman... ya gak bakalan ke 
mana-mana juga.
Sama saat Bakrie Bros masih jadi tulang punggung koalisi SBY-JK di masa 
lampau...

RRC sukses karena Kapitalisme dikombinasikan dengan Sentralisme 
bertangan besi.
Kalau mau membangun maka tanah tidak pernah menjadi persoalan... mana 
ada demo
atau tuntutan ganti rugi atas tanah segala macem... Maka bendungan 
maha-raksasa
model The Three Gorgles yang membenamkan sekian banyak desa jalan terus dan
sukses. Tapi bedanya ada.... para petani sekitar bendungan dibikinkan 
Rusun buat
tempat tinggal... dan kini para petani di sana bermunculan sebagai OKB...

Kalau... dan rasanya mustahil tujuh turunan... UU Agraria direformasi 
total... di mana
semua tanah adalah Milik Negara... semua Hak Milik atas tanah 
dibatalkan... semua
Hak Milik atas tanah diganti HGU atau HGB... tanah sewaktu-waktu bisa 
dipakai
negara untuk membangun prasarana... maka Indonesia bisa agak lega membangun
prasarana. RRC lebih belakangan membangun sistem jalan tol... 
ketinggalan ke
mana-mana dengan tol Priok dan Jagorawi... tetapi kini seluruh negeri 
berada salam
satu jaringan jalan tol... dan banyak yang enam lajur di satu sisinya...

Bagaimana mungkin UU Agraris diutik-utik demi kepentingan rakyat?... lha 
begitu
banyak lahan di kota maupun di kampung nyata-nyata telah dikuasai oleh para
konglomerat... termasuk para Capres kita itu... Pastilah eksekutif 
maupun legislatif
enggan mengajukan RUU Agraria seperti itu. Dan kalaupun oposisi kalap mau
mengajukannya... bakal DIBANTAI RAMAI-RAMAI... sampai berdarah-darah...

"Kulihat Ibu Pertiwi... sedang bersusah hati.... " bagaimana gak sedih 
tubuhnya habis
dikapling-kapling para konglomerat...[dan elit politik negeri ini...].

Mang Iyus



      Posted by: "Godlip Pasaribu" [email protected]
      
<mailto:[email protected]?subject=%20re%3a%20pro%20mega%20vs%20no%20sby>



        Sat May 16, 2009 8:43 pm (PDT)



Justru Mega sudah lebih dulu memastikan kekalahannya dengan memilih 
Prabowo. Nama sih boleh hebat Mega-Pro.

Powered by Telkomsel BlackBerry?

-----Original Message-----
From: bungaran <[email protected] 
<mailto:no_reply%40yahoogroups.com>>

Date: Fri, 15 May 2009 01:52:39
To: <[email protected] 
<mailto:Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>>
Subject: [Forum-Pembaca-
KOMPAS] Pro Mega vs No SBY

Bagaimana duet Megawati-Prabowo kita tenarkan dengan singkatan Pro 
Megawati dan untuk duet SBY-Boediono kita juluki No SBY.

Kirim email ke