He..he..he.. Saya sih ingin netral karena 'belajar bersama proses politik' bagi saya lebih menarik bagi 'lintas generasi' dibanding 'dukung mendukung' dan terseret framing di permukaan..
Melihat dibalik permukaan jauh lebih penting bagi saya.. Pertama bagi saya soal 'memanfaatkan fasilitas negara' TEPAT saya lihat inilah yang sangat 'over shooting' dan diperagakan 'tanpa malu malu'.. Bayangkan, Mensesneg (jabatan yang mengurusi sekretariat kenegaraan) dijadikan Ketua Tim Sukses.. Sungguh saya tak habis mengerti lagi membedakan Hata Rajasa yang melayani negara dengan melayani kepentingan pencapresan.. Iklan departemen, soal pendidikan terus2xan.. Mungkin media diuntungkan belanja iklan, tapi jelas iklan itu dibiayai APBN.. Jika itu untuk rakyat, apa harus iklan dan 'digeber' di masa kampanye.. Juga Menteri Perumahan Rakyat yang ngiklan, jujur wajahnya saja saya baru liat sejak jadi bintang iklan.. Bukankah abdi negara jika dia 'BEKERJA' dia akan menjadi Objek Berita Negara.. Jadi kita ini ingin apa? Gaji ke 13 PNS, BLT dsbnya.. Kenapa last minute? Saya tak habis pikir, jauh dari aroma berpikir liar ini terpaut sebuah ruang 'pantesan ambil hutang lagi APBN penuh dengan belanja atas nama RAKYAT untuk kepentingan kekuasaan' Saya tak mau terjebak pro kontra hutang, tapi jika para cendikia (ekonom, pakar hukum-politik dan pimpinan media) masih ingin memberi pembelajaran, marilah kita lihat jernih 'Penggunaan APBN' apakah itu memiliki dimensi untuk keberlanjutan ekonomi atau sekedar Lanjutkan! Karena sumber pembiayaan dari hutang adalah keberlanjutan antar generasi.. Pak Presiden SBY dan Wakil Presiden JK, anda berdua masih sebagai simbol negara! Satu lagi kepada semua kandidat, bagi saya yang penting 'siapa pendonasi kampanye anda, bukan semata kekayaan anda pribadi' saya hanya bisa berharap 'concerned citizens think out of the box' .. Para cendikia yang membawa pembelajaran bersama, dengan menempatkan 'satu nilai Indonesia yang lebih baik' secara adil kepada ke 3 nya dg melepaskan persoalan hubungan personal di anataranya.. Indonesia lebih baik, perubahan yang bermartabat dimulai dari tata nilai yang setara atas semua kandidat.. Salam penonton biasa aja, -Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang posĀ®[on the net: www.elrizky.net] -----Original Message----- From: "ndo" <[email protected]> Date: Wed, 20 May 2009 20:04:27 To: <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Strategi pencitraan SBY-NO di Media TV kalau melihat juga harus fair bung, penggunaan fasilitas negara yang digunakan untuk kepentingan pribadi yang dilakukan SBY menurut saya lebih parah dibandingkan suharto, karena dia bisa menyuruh menteri yang berasal dari PAN ngurusin urusan partainya Partai Demokrat. belum lagi soal iklan-iklan departemen dengan jargon BISA dan LANJUTKAN...baunya dan rasanya PD banget.ini juga penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi dan golongan...namanya K O R U P S I satu hal lagi yang saya muak adalah kesan "MENDEWAKAN" Amerika. mulai dari konsep kampanyenya yang OBAMA minded, bawa-bawa fotonya dengan OBAMA di iklan Pilpresnya. siapa sih OBAMA? Rajanya Indonesia? belum lagi jargon-jargonnya niru semua. Obama hanya nama pimpinan negara Amerika, seberapa hebatnya sih dia? Menurut saya lebih hebat Ahmadinejad, Khadafi, Castro yang dengan gagah berani menentang Amerika serta sekutu-sekutunya dan tidak takut diembargo. saya juga muak dengan doa ini "Semoga elite2 politik kita mulai belajar dari PilPres di Amerika .. semoga" yang harusnya belajar itu Amerika....Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki ribuan suku bangsa dan ribuan bahasa. terpisah oleh laut dan selat...di usia negara yang baru 60-an tahun bisa menyelenggarakan pesta demokrasi dengan aman dan damai meskipun ada gejolak kecil di beberapa tempat. Saya jamin, kalaupun orang Amerika disuruh jadi presiden di Indonesia, nggak bakalan dia bisa menyatukan ribuan suku bangsa yang tersebar di ribuan pulau dan terpisah oleh ratusan laut dan selat seperti Indonesia ini. Apa sih hebatnya Amerika? hebatnya cuma ngobrak abrik negara laen yang dianggapnya komunis dan islam fundamentalis. MERDEKA!! judo ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
