Undangan
Diskusi
“Membaca Ulang Hubungan Eksekutif - Legislatif Pasca
Pilpres 2009”
Pasca-deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil
presiden, peta koalisi politik menjelang pemilu presiden semakin jelas.
Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boedino yang didukung Demokrat, PKS, PAN,
PKB, dan PBB menjadi kekuatan mayoritas di parlemen dengan perolehan kursi
mencapai 56,07 persen. Pasangan Jusuf Kalla - Wiranto yang didukung Golkar dan
Hanura memperoleh dukungan 22, 32 persen kursi. Sementara, pasangan Megawati
Soekarno Putri-Prabowo Subianto (PDI Perjuangan - Gerindra) memperoleh dukungan
sebesar 21, 61 persen kursi di parlemen.
Hingga kini, tradisi koalisi politik kita masih
mempertimbangkan kekuatan politik di parlemen. Tak heran untuk mengamankan
kebijakan pemerintah di parlemen, koalisi berbasis dukungan di parlemen menjadi
alternatif. Itulah, mengapa penyusunan kabinet selalu mempertimbangkan komposisi
kekuatan di parlemen. Seperti dalam Kabinet Persatuan Nasional (Abdurrahman
Wahid), Kabinet Gotong Royong (Megawati) dan Kabinet Indonesia Bersatu (SBY).
Namun, walaupun telah mempertimbangkan kekuatan parlemen
dan mengakomodasi banyak kepentingan politik dalam kabinet, tetap saja
pemerintah belum “aman”. Koalisi politik yang dibangun Gus Dur misalnya,
ternyata
tak cukup ampuh menyelamatkan karir politiknya. Gus Dur akhirnya terjungkal
dalam
Sidang Istimewa MPR pada 2001.
Hal yang sama juga terjadi pada Kabinet Indonesia
Bersatu. Tak jarang, beberapa kebijakan pemerintah SBY-JK mendapat
"perlawanan" keras dari parlemen. Sebut saja, kebijakan pemerintah
menaikkan harga bahan bakar minyak dan impor beras. Tak hanya itu, pemerintah
juga disibukkan dengan hak interpelasi dan hak angket DPR.
Bagaimanakah proyeksi hubungan eksekutif - legislatif
pasca pemilihan presiden 2009? Mampukah pemerintahan hasil pilpres 2009 menahan
"gempuran" parlemen?
Untuk mendiskusikannya lebih lanjut, kami, Charta
Politika Indonesia mengundang saudara-saudara untuk hadir dalam diskusi pada:
Hari :
Senin, 25 Mei 2009
Pukul :
10.00 WIB – 13.00 WIB
Tema
: Membaca
Ulang Hubungan Eksekutif Legislatif Pasca Pilpres 2009
Pembicara
: Bima Arya Sugiarto (Direktur Eksekutif Charta Politika)
Irman Putra Sidin (Pengamat Hukum Tata Negara)
Zulkiflimansyah (Wakil Sekjend DPP PKS)
Budiman Sudjatmiko (Fungsionaris DPP PDI Perjuangan)
Tempat
: Ruang Mawar Room (Lt.3), Balai Kartini, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37
Jakarta
Terima kasih atas
perhatiannya.
Salam,
Karel SusetyoUntuk konfirmasi lebih lanjut :
(Arya 081381477533 dan Tara 08128169290)
Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan.
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]