saya nyumbang info aja,kemarin kan sudah ada wawancara di TV ,dan juga koran cetak,saya kebetulan melihat dan membaca berita tsb,menurut berita itu salah seorang keluarga penumpang yg tewas,kegiatan numpang menumpang di pesawat Hercules itu sudah biasa dan sudah ada sejak lama dan katanya lebih murah dibanding pesawat komersial,saya pun pernah dari Irian th 1985 mau pulang ke Jawa kesulitan keuangan,di sana ada yg menyarankan naik Hercules aja bayarnya lebih murah,tapi saya tidak tahu jadwal/jam berangkatnya jadi saya gagal naik Hercules,ganti naik Pelita, komentar sy,dari suatu sisi yha positip menolong yg "kepepet"/kantong pas pas an tapi jelas tanpa asuransi,negatipnya pencitraan menjadi jelek dan uang masuk kemana? ini yg tidak jelas,jadi kalo menurut wawancara TV (saya kira banyak yg menyaksikan) dan info di media cetak yha mereka2 itu ngompreng/sambil menyelam minum air/tapi juga menolong,sekarang tinggal dari mana sudut pandangnya ? Lha wong di kereta api kereta api mahal juga masih ada trik-trik begitu kok,orang turun dipertengahan lintas,tiketnya bisa ganti orang untuk meneruskan sisa perjalanannya hanya membayar jauh dari ketentuan kok (yg ini pengalaman sy ditawari orang tapi sy tidak mau,takut resiko),juga di penerbangan komersial dengan tiket promo/murah kadang2 penumpang dengan nama di tiket tidak sama pun masih sering di jumpai,semua itu kalo tidak ada resiko yha ngga pa2,tapi begitu ada kejadian yg tidak diinginkan lha jadi masalah.......
________________________________ Dari: firdaus cahyadi <[email protected]> Kepada: forum pembaca <[email protected]>; List Media <[email protected]>; milis PKS <[email protected]>; milis koran Digital <[email protected]> Terkirim: Kamis, 21 Mei, 2009 23:31:42 Topik: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Jatuhnya Hercules berhubungan dengan Bisnis TNI AU? Dear All, Jatuhnya pesawat TNI AU Hercules di Magetan menyisakan pertanyaan terkait dengan bisnis TNI. Pasalnya, banyak sekali penumpang sipil yang tewas dalam kecelakaan itu. Artinya, ada orang sipil yang menumpang pesawat tersebut. Bukankah pesawat Hercules hanya untuk mengangkut militer? Atau mengangkut orang sipil dalam kondisi darurat seperti bencana alam dsb. Nah, kenapa ada orang sipil yang menjadi penumpang pesawat Hercules itu? Beberapa orang berdalih, bahwa Hercules diperbolehkan mengangkut orang sipil yang merupakan keluarga TNI AU? Namun benarkah yang meninggal dalam kecelakaan pesawat itu keluaga anggota TNI AU, semisal istri, anak dan orang tua?Atau ada definisi keluarga lain selain anak, istri dan orang tua dari TNI AU? Lantas, apakah mereka (orang sipil) yang meninggal dalam kecelakaan itu membayar sejumlah uang kepada oknum TNI AU untuk bisa ikut naik pesawat Hercules? Kalau membayar, uang tersebut masuk kantong siapa? Bukankah biaya operasional pesawat Hercules sudah ditanggung negara melalui APBN? Adakah kawan2 di milis ini yang bisa memberikan jawaban yang dapat mencerahkan atas pertanyaan-pertanya an yang tersisa dari kecelakaan pesawat Hercules tersebut? [Non-text portions of this message have been removed] Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3 http://downloads.yahoo.com/id/firefox/ [Non-text portions of this message have been removed]
