Pak Godlip, Saya hanya penonton, bukan siapa-siapa.. Saya kenal dengan Pak Boediono, dia dosen saya. Beberapa kali setelah saya bukan mahasiswa lagi, saya beberapa kali berjumpa.. Saya sendiri kepada pribadinya, Pak Boed adalah orang yang sederhana dan tak neko-neko..
Tapi, ada beberapa hal yang harus kita kritisi, bukan berarti ada motif. Saya juga kemarin nantangin Pak SBY soal ucapannya 'They don't understand', apakah saya juga punya motif seperti yang Bapak sebut? Jangan terlalu mengenarilisir lah Pak, ada ucapan dan kritik dari rakyat biasa (seperti kebanyakan dari kita) lihatlah secara dewasa sebagai 'pembelajaran bersama'.. Saya tahu Bapak pendukung Pak Beye, itu hak Bapak yang saya hormati. Tapi, menuduh pihak lain yang berbeda dan kritis dengan cap 'ada udang dibalik batu dari sikap kritisnya' a.k.a semata2x perebutan kekuasaan juga saya rasa kurang pantas (maaf kalau menyinggung ya Bos) Saya rasa dibalik yang pro-kontra motifnya akan banyak, ada seperti yang Bapak tuduhkan, tapi ada juga yang tidak.. Bicara soal HAM, saya pikir tidak ada itu 'Tentara kembali ke Barak' seperti iklan Reformasi.. Lihat Kompas kemarin, semua Tim Sukses 3 Capres terdiri dari 3 Kelompok Jendral.. Kalau dalam Neo Lib, ini 3 produsen dgn 3 kaki Dewan Jendral.. Inilah 'Oligarki Dewan Jendral' Saya tanya Pak, kalau soal HAM itu semua di zaman Orba Tentara aktif, dan anggota pasukan dibawah Komando Jendral Besar (alm) Soeharto.. Wajar, kalau nanti akan saling menciprat, ini konsukuensi Pak, karena Pak Beye pun secara esprit the corps kan sama2x Tangtara di era itu, sama dengan Wiranto maupun Prabowo.. Aaah sudahlah, dulu ketika Pak Boed pidato pengukuhan Profesor di FE UGM, saya ucapkan selamat dan sedikit pakai bumbu soal 'pembaharu' yang dia tulis di pidatonya..Dia bilang 'teruslah berjuang sesuai keyakinan kita'.. Jadi, saya sih (mau percaya mau tidak) kalaupun ada yang saya kritisi ke Pak Boed, insya allah berdasarkan nilai yang sama dengan yang saya kritik 'berjuang sesuai keyakinan kita'.. Salam penonton, -Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang pos®[on the net: www.elrizky.net] -----Original Message----- From: "Godlip Pasaribu" <[email protected]> Date: Sat, 23 May 2009 22:30:21 To: <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Boediono Memang Penganut Neoliberal? Sekarang makin jelas kan kelihatan motif orang2 yang menentang Pak Boediono? Saya sih jengkel sekali melihat jika ada orang menghalalkan segala cara untuk menggolkan keinginannya. Mereka2 ini adalah juga orang2 yang dulunya pembela HAM termasuk yang nenuntut agar pembunuhan Munir diuangkap. Ternyata setelah Gerindra bergabung dg PDIP mereka diam saja melihat orang-orang semacam Muchdi PR berada di belakang Mega. Pasti nanti alasannya diakan sudah dibebaskan SBY? Lagi2 SBY yang akan disalahkan. Tunggu saja sebentar lagi pasti akan ada komentar semacam itu. Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
