Kutipan dari tetangga Sebelah.
(Musibah Lumpur Lapindo terjadi, karena kecerobohan pelaksana pemboran oleh PT. 
Lapindo, yang ternyata mendapat perlindungan khusus oleh SBY, hanya karena 
perusahaan tersebut milik Keluarga Bakri yang menjadi salah satu mentrinya.)

Nanti disaat lapindo sudah kering lumpur,dan seluruh lumpur telah keluar semua 
karena tekanan Condensat dari dalam perut Bumi,saya yakin,semua yang sudah 
berkomentar hangat,segera menelan ludah.

Pengalaman Era tahun 1969 sampai 1973,lumpur yang keluar dari perut bumi lhok 
sukoen,Aceh utara,lebih banyak dibandingkan dengan lumpur yang keluar di 
sidoarjo,(alias lapindo)hanya suarnya sekarang lebih lebar dan menyolok,itu 
dikarenakan ada,koran,ada wartawan,ada TV,dan tidak ada Soeharto.

Dulu suarnya dibekap,dan orangpun belum begitu suka baca koran dan apalagi 
TVnya masih hitam putih,dan di Aceh hanya baru ada 5 buah TV seluruh Aceh.koran 
baru Waspada doang.jadi lumpur lhok sukoen jarang dipublikasikan.

Saya tidak sanggup berpikir,jika dilapindo akan keluar jilatan Api setinggi 500 
sampai 700 meter ke udara,apa kata koran nantinya,begitulah yang terjadi di 
lhoksukoen pada era 70 han.terangnya jika malam mencapai 80 km.kiri kanan.

Saat ini,lapindo mulai mengeluarkan gas beracun,dan Condensat yang oleh 
masyarakat di buatkan tungku untuk disalurkan sebagai alat untuk 
memasak,memanaskan air dan lain-lain,

Pengalaman,sebaiknya pemerintah pemkop sidoarjo sudah harus memindahkan 
warganya yang ter Alir gas Condensat tersebut.sebab yang saya pantau,pihak 
lapindo seperti menunggu,kapan gas besar itu menjalar keluar.saya merasa 
khawatir ada warga yang akan jadi korban kebakaran,karena semakin hari tekanan 
gas bumi akan semakin tinggi dikarenakan lumpur hampir keluar semua.

Jika lumpurnya telag terkuras maka Condensatlah yang akan keluar.

" Ingat besar karena dipublikasikan,kecil karena katak itu dibawah tempurung"

dan anda akan mengatakan pengalaman saya itu pengalaman Bodoh,tapi itulah yang 
terjadi di Aceh dulu,yang sekarang jadi Aroen LNG.

dasarnya persis seperti lapindo,hanya lima kali lebih besar,tailingnya itu 
sempat mengotori laut hanpir sepanjanr 300 km garis pantai.dan tidak dibendung 
seperti sekarang yang kejadiannya di Expose sedemikian rupa.

Selamat berkomentar semau anda...!saya hanya mengingatkan saja.agar masyarakat 
disekeliling tidak akan menjual tanahnya dengan harga murah...








[email protected] http://teukumoedaabadi.blogspot.com

Kirim email ke