Sebenarnya, kalau mau diikuti juga jalan pemikiran Bu Ani 'negara sebagai wasit'.. Apakah ada bukti terjadi penegakan hukum di pasar keuangan? Kalau iya kasus yang mana? Jika tidak ada yang perlu ditindak? Lalu, kenapa sektor keuangan bisa anomali dengan sektor riilnya?
Di negara-negara yang menerapkan tidak adanya peran negara di pasar, mereka memiliki Sistem Jaminan Sosial. Amerika Serikat dengan model pasar fleksibel tenaga kerja yang sangat nganan (liberal), tapi Jamsosnya sangat ngiri (sosialis) dimana begitu menganggur akan dapat dana pengangguran bulanan dari APBN-nya (Kuasi Privat).. Di negara eropa, menerapkan asuransi model (kuasi swasta) dimana negara ikut bayar premi-nya.. Nah, Indonesia ini apa sudah melakukan revitalisasi sistem Jamsos? Kalau jawabannya BLT itu kan beda, itu adalah jaring kemiskinan bukan jaring manajemen resiko.. Jamsos yg berdimensi manajemen resiko akan 'tetap' dorong peran Negara melalui 'beban sosialnya' menciptakan lapangan kerja.. KARENA, jika terus nganggur APBN cekak (model kuasi privat) dan Likuiditas Dana Jaminan Sosial (kuasi swasta) akan sangat terbebani.. Jadi, gimana? Kalau saya kadang berseloroh .. Di teori itu ada Ekonomi Pasar, yang mendorong Pasar Persaingan Sempurna.. Dimana, utk sampai ke Sempurna (Wajar, Teratur dan Efisien) peran negara mengawasi kewajaran, menindak pelanggaran hukum utk keteraturan disiplin pasar dan menjamin efisiensi resiko melalui Jamsos.. Nah, Neo Liberal, barangkali ketika dalam sistem leberalisasi peran negara 'wajar, teratur, efisien' pun nyaris tak terdengar.. Nah, yg nyaris2x inilah NEO.. Wakakakakak.. Jadi, mari kita tanya bukti atas ucapan dari sebuah keyakinan 'memerintah'.. Yang suka tak suka Konstitusi di pembukaan UUD 45 alinea 4 jelas mengatakan '..melindungi kesejahteraan umum..' Lanjutkan!, apanya? Lebih Cepat Lebih Baik, kemana? Pro Rakyat, rakyat yang mana? Salam penonton, -Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang posĀ®[on the net: www.elrizky.net] -----Original Message----- From: "binny buchori" <[email protected]> Date: Mon, 1 Jun 2009 11:37:03 To: <[email protected]> Subject: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Sri Mulyani Bicara Neolib dan Kemandirian Ekonomi Nah, makin jelas ibu Ani yang di lapangan Banteng ini neolib murni. Peran negara dibatasi sebagai wasit, dan bukan sebagai institusi yang memberi perlindungan bagi warganya. Ah, nggak setuju sama bu Ani, lebih setuju sama pak I. Wibowo di Kompas Sabtu kemarin, :) binny ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
