Hmmm... (mesem-mesem). Ternyata tidak sesimpel dan sehitam-putih seperti yang 
selalu dicitrakan oleh para pendukung capres/cawapres di milis ini ya? Makin 
membuat burem diskusi tentang neoliberalisme dan ekonomi kerakyatan. Walah.
 
manneke

--- On Thu, 6/4/09, Naila Naila <[email protected]> wrote:


From: Naila Naila <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Bakrie dan Kalla Bahu Membahu Satu Tujuan
To: [email protected]
Received: Thursday, June 4, 2009, 5:42 AM









Aku baca berita hari ini banyak soal bisnis pejabat. Eh ketemu tulisan George 
Aditjondro dan laporan ppii india . Ternyata Koalisi JK dan Bakrie bukan cuma 
kompak di politik tapi juga kompak di jaringan bisnis. Mereka bahu membahu 
membangun kekuasaan untuik memuluskan jalur politik demi memuluskan jalan 
bisnis keluarga masa depan. 
  

Jejak Rekam Capres Cawapres
Pilpres  Juni 2009 di bidang Lingkungan 

Rekam Jejak Pasangan JK-WIN 

 

Kepentingan JK tidak dapat dilepaskan dari kepentingan
ekspansi bisnis keluarga besarnya, karena Indonesia tidak punya peraturan
yang melarang konflik kepentingan jabatan publik dengan kepentingan bisnis
pribadi dan keluarga serta sahabatnya.

Ada empat
kelompok perusahaan yang dikuasai oleh JK (kelompok Bukaka & Hadji Kalla),
iparnya, Aksa Mahmud yang Wakil Ketua MPR-RI (kelompok Bosowa), dan adiknya,
Halim Kalla (kelompok Intim). Dengan
demikian, ekspansi keempat kelompok itu tidak terlepas dari peranan JK dan Aksa
Mahmud di arena ekonomi dan politik.

Salah satu spesialisasi kelompok Bukaka dan Hadji Kalla adalah dalam
pembangunan PLTA, namun jejak rekam kelompok Bukaka dan kelompok Hadji Kalla di
bidang itu tidak begitu bagus: PLTA Poso (rencana 780 MW) mulai dibangun
sebelum ada AMDAL yang memenuhi syarat. Juga jaringan SUTET (Saluran Udara
Tegangan Eksa Tinggi)nya ke Sulawesi Selatan & Tenggara dibangun tanpa AMDAL.

Di DAS Peusangan di Tanah Gayo, Aceh, “pembebasan” tanah di masa DOM dirasa
sangat tidak adil. Tapi ada kemungkinan oposisi rakyat akan dilawan oleh PETA
(Pembela Tanah Air), milisi bentukan TNI, yang sekarang membantu TNI melakukan
represi terhadap rakyat dan caleg-caleg partai-partai lokal, terutama PA
(Partai Aceh) bentukan GAM.

Pembangunan PLTA Peusangan I akan menghancurkan nafkah penduduk yang bertani
ikan mas di karamba-karamba di hulu Sungai Peusangan. Mereka sudah dilarang
oleh PLN bertani ikan mas di situ, tapi mereka masih bertahan. Belum lagi
dampak PLTA Peusangan II nantinya.

Setelah berkunjung ke RRT, JK sangat berambisi mendorong pembangunan 19 PLTU
berkapasitas total 10.000 MW di berbagai tempat di Indonesia. Program ini bukan
mendorong pengembangan enerji terbarukan yang bersih, tapi justru mendorong
pembakaran batubara yang sangat menyumbang pemanasan global. Namun tetap juga
program ini didukung oleh JK.

Maklumlah, kelompok-kelompok Bukaka, Bosowa , dan Intim termasuk paket
kontraktor pembangunan 19 PLTU itu. Kelompok Bosowa mendapat order pembangunan
PLTU Jeneponto di Sulsel, tanpa tender (Rakyat Merdeka, 7 Juni 2006), sedangkan
kelompok Intim milik Halim Kalla yang juga salah seorang Komisaris Lion Air
akan membangun PLTU berkapasitas 3 x 300 MW di Cilacap, Jateng, dengan bahan
baku batubara yang dipasok dari konsesi pertambangan batubara seluas 5.000 ha
milik kelompok Intim di Kaltim (GlobeAsia, Sept.. 2008, hal. 38).

Setelah 22 DPD Golkar mendukung pencalonan JK sebagai Capres, kita perlu lihat
kiprah para pendukung JK di pucuk pimpinan Golkar, seperti Surya Paloh, ketua
Dewan Penasehat Golkar. Reputasi Surya Paloh di Aceh di bidang lingkungan
sangat buruk, karena Kelompok Media yang dipimpinnya membuka tambang emas,
tambang batubaru, dan PLTU di Kabupaten Nagan Raya, Aceh bagian Barat, tanpa
AMDAL dan tanpa menghormati pemerintah Gampong dan Mukim, seperti digariskan
dalam MoU Helsinki dan UU No. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.

WIRANTO, CAWAPRES JK 

Hampir seluruh bisnisnya dijalankan oleh proxies, tanpa menampilkan nama
Wiranto. Kalau mau selidiki kekayaannya, sebaiknya selidiki kekayaan pengurus
Partai Hanura.

Sejak menjadi Pangdam V Jaya, Wiranto sering mendapat apartemen gratis di
berbagai tower (menara pertokoan dan perumahan) mewah. Yang terbaru dan 
termahal adalah penthouse di Da
Vinci Tower di Jl. Jendral Sudirman, milik Antonio (“Tony”) Munafo, Presiden Da
Vinci Eropa yang sering datang dari Singapura.

Wirantolah orang yang mendorong pemekaran kembali Kodam yang dulu diciutkan
oleh Benny Murdani dari enambelas menjadi sepuluh Kodam. Lewat berbagai
pertumpahan darah, Kodam Pattimura dan Kodam Iskandar Muda telah lahir kembali.
Setelah konflik Poso, jumlah Batalyon di Sulteng telah dimekarkan dari satu
menjadi tiga.

Berbagai bisnis kelabu itu punya dampak lingkungan yang sangat buruk, seperti
pembalakan liar di TN Leuser, eksploitasi kayu hitam di Sulteng dan kayu gaharu
di Papua Barat, serta perdagangan liar fauna dan flora langka di seluruh
Nusantara.

JK di pemerintahan SBY-JK 

Ekspansi konglomerat- konglomerat yang dekat dengan JK (pernah sama-sama
jadi penggalang dana Golkar, seperti Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Hartati
Murdaya) ikut berekspansi di era SBY-JK, walaupun di tahun-tahun pertama
kejatuhan Soeharto mereka masih berhutang besar pada bank-bank negara.

Kelompok Medco yang 60% milik keluarga Arifin Panigoro (40% milik Mitsui &
Mitsubishi) berkembang dari migas (Sulteng, Aceh), PLT panas bumi di Sarulla
(Sumut), kelapa sawit (Kalteng, Papua), paper dan pulp di Merauke (Papua), s/d
rencana PLTN di Jepara (Jateng).

Namun blunder terbesar kroni-kroni JK adalah ekspansi bisnis keluarga Bakrie di
bidang energi (Mega Energi Persada, Bumi Resources, Kondur Petroleum) yang
mengakibatkan tragedi Lapindo bagi rakyat Jawa Timur adalah malapetakan 
lingkungan
paling kurang ajar selama rezim SBY-JK!!

[Non-text portions of this message have been removed]

















      __________________________________________________________________
Be smarter than spam. See how smart SpamGuard is at giving junk email the boot 
with the All-new Yahoo! Mail.  Click on Options in Mail and switch to New Mail 
today or register for free at http://mail.yahoo.ca

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke