om Godlip jangan begitu ah,
kata ICW aja, sebagian besar kasus korupsi,
yang kemudian sampai di mahkamah agung ,  banyak yang  dibebaskan,
bukankah enak jadi koruptor dinegeri ini om ?
ingat enggak waktu ada perselisihan
antara KPK-nya kang Taufikurahman Ruqie dengan
MA-nya uwak Bagir manan,
kemudian hanya diselesaikan,
menurut mas beye nih, menurut hukum adat aja,
masih ingat ungkapan itu dimuat diharian ini om ?
bagaimana kpk mau ikut bersihin ma, wong waktu itu aja
mk enggak boleh memeriksa ruang kerjanya ketua ma kok,
saya punya bukti bagaimana praktek ketidak-adilan di ma
(silahkan nilai kalau saya kalau data saya itu fitnah om) hehehehe,
om godlip, dan juga pada yang lain,
kita janganlah menuhankan manusia,
atau mem-berhala-kan suatu kekuasaan atau pada sang pemimpin-nya,
saya kira mas beye juga tidak mau disebut sebagai ber-hala kan ?
yang harus diberikan puji-pujian terus tanpa melihat apa masalahnya,
atau harus didukung tanpa melihat kenyataan ada yang berbeda pendapat,
mas beye pasti tidak mau punya pendukung,
yang taat, taqlid, setia, patuh, tapi membutakan dan menuli-kan diri pada
kritik.
jangan semua kritik itu dianggap menjelek-jelekkan mas beye dong om !
sampai sekarang saya belum mendukung satu capres-pun kok,
kok kalau kita mengungkapkan adanya ancaman ranjau
yang mau memberangus, mengebiri bahkan  meledakkan
kedaulatan rakyat, itu dianggap sebagai black campaign sih ?
usul dong pada partai pemenang pemilu,
agar uu ite fasal 22 ayat 3 itu di revisi oleh dpr yang baru, hehehehe
ini sekalian nge-test partai pemenang pemilu nih,
kan korban si omni udah kelihatan wujudnya.
salambambangsulistomo.



2009/6/5 Godlip Pasaribu <[email protected]>

> Banyak koruptor yang sekarang ini sangat menginginkan pemerintahan SBY
> segera berakhir dengan harapan kasusnya tidak diusut. Mereka tentu berusaha
> dengan segala cara termasuk mempengaruhi orang lain untuk menjelek-jelekkan
> SBY atau melakukan black campaign.
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke