Justru karena alasan email yg dibuat oleh Pritta itulah, posting saya 
dimaksudkan untuk menyindir RS OMNI kenapa tidak sekalian memperkarakan para 
penyebar email? Kenapa hanya Pritta yang nota bene merasa menjadi korban 
layanan RS ini. Maaf ya, mestinya memang di thread posting saya itu saya 
cantumkan: Sindiran untuk RS OMNI.

Kejadian seperti ini sudah berulang. Belum lama ini juga ada kasus keluhan 
konsumen yang disampaikan lewat rubrik surat pembaca di satu media, eh malah 
berbalik menghukum si konsumen. Padahal konsumen ini mempertanyakan haknya yang 
telah dilanggar bahkan tidak dipenuhi oleh penyedia jasa, sedangkan si konsumen 
sudah memenuhi kewajibannya.

Ini jusru menunjukkan bahwa UU ITE memang harus direvisi. Di sisi lain, para 
penyedia jasa harus belajar dan mempraktikkan dengan benar bagaimana melayani 
konsumennya.

Salam



  ----- Original Message -----
  From: Adyanto Aditomo
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, June 04, 2009 12:00 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Prita: Saya Pengin Pulang...





  Bung Karta Pustaka,
  �
  Soal penyebaran email tentang keluhan Ibu Prita, kalau saya terima email 
tentang keluhan tersebut, saya juga akan langsung forward ke teman - teman yang 
lain, karena isi email tersebut merupakan komplain umum seorang pasien di suatu 
rumah sakit.
  Bahwa komplain semacam itu kemudian tidak ditanggapi dengan semestinya oleh 
Pihak Rumah Sakit, padahal ini merupakan Rumah Sakit bertaraf Internasional, ya 
jadi aneh saja.
  Pasti ada yang tidak beres di Rumah Sakit ini.
  Saya sudah cukup berpengalaman bagaimana menjaga keluarga yang sedang di 
rawat di rumah sakit, baik Rumah Sakit Daerah maupun Rumah Sakit yang bertaraf 
Internasional, baik di dalam negri maupun di luar negri.
  Tetapi�karena pihak Rumah Sakit enggan menjelaskan secara rinci tentang 
segala sesuatu yang ditanyakan oleh pasien dan keluarganya, maka harus ada 
unsur pemaksa untuk hal tersebut, yaitu dengan cara menyebarluaskan kasus 
tersebut kemasyarakat luas agar pihak Rumah Sakit menghargai hak pasien untuk 
mendapatkan informasi selengkapnya.
  �
  Jangan sampai kasusnya seperti rekan saya, Wanita, �yang pergi ke UGD suatu 
rumah sakit bertaraf Internasional di Jakarta Barat pada tahun 1997.
  Keluhan dia saat masih bekerja di kantor adalah perutnya sakit melilit.
  Kemudian dia ke UGD RS yang bertaraf Internasional di Jakarta Barat.
  Oleh dokter yang memeriksa, dinyatakan bahwa ada batu ginjal yang harus 
segera dikeluarkan lewat operasi malam itu juga agar sakitnya bisa segera 
sembuh dan ginjalnya tidak rusak.
  Jika terlambat, ginjalnya bisa rusak sehingga sakitnya akan tambah parah.
  Jadi rekan saya langsung masuk kamar rawat inap dan malam harinya dioperasi..
  Karena kejadiannya mendadak, maka tidak ada rekan dan keluarganya yang 
menunggu.
  Saat itu suaminya masih ada di luar kota.
  Keesokan harinya suaminya datang dan menanyakan bagaimana hasil operasi batu 
ginjal istrinya.
  Jawaban Rumah Sakit sungguh mengejutkan: Batu Ginjalnya mendadak hilang, 
sehingga saat dioperasi, batunya�sudah tidak ada.
  Untuk itu pihak Dokter dan Rumah Sakit cuma mohon maaf atas ketidak nyamanan 
tersebut.
  Hilangnya batu ginjal secara mendadak, diluar kemampuan Dokter untuk 
melacaknya.
  Yang pasti, pasien harus tetap membayar seluruh biaya Rumah Sakit, termasuk 
biaya operasi Ginjal, karena hilangnya batu ginjal secara mendadak bukan 
tanggung jawab pihak Rumah Sakit.
  Saat itu saya dan rekan - rekan lain sarankan untuk memperkarakan pihak Rumah 
Sakit yang tidak profesional tersebut.
  Tetapi rekan saya enggan melakukannya, karena menurut rekan saya itu, dia 
sudah bersyukur bahwa pihak Rumah Sakit tidak mencabut nyawanya malam itu, 
karena bisa saja malam itu nyawanya dicabut oleh dokter yang membedahnya tanpa 
harus ada pertanggung jawaban sama sekali.
  Padahal anaknya masih kecil - kecil.
  Rekan saya memang tidak percaya bahwa ada keadilan bagi pasien yang 
diperlakukan secara semena - mena oleh Rumah Sakit yang bertaraf Internasional.

  Kacau memang.

  Kembali ke Ibu Prita, kalau ingin tahu bagaimana cerita lengkapnya dan ingin 
tahu surat keluhan yang dikirim ke rekan - rekannya, bisa diakses melalui :

  http://megapolitan. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/03/ 09241833/ Dukungan. 
Terhadap. Prita.Mengalir. di.Facebook

  Salam,

  Adyanto Aditomo

Kirim email ke