1. Ekonomi Jalan Tengah bukanlah paradigma Neolib. 2. Adalah fakta bahwa Budiono dulu membantu Mubyarto dalam merumuskan Ekonomi Kerakyatan. 3. Ekonomi Jalan Tengah bertujuan membangun Indonesia lebih baik.
________________________________ From: pudimartini <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, June 9, 2009 6:37:05 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: SBY : Ekonomi jalan Tengah Semalam di Economic Chalenge PRSS dihajar oleh Handri Saptarini. Siapapun yang melihat acara tersebut an mengikuti dengan nalar tahu bahwa PRSS kedodoran karena apapaun refernsi yang digunakan oleh PRSS selalu dikethauii oleh HS dan langsung dijelaskan letak kesalahannya. Ketika batasan ekonomi neolib berdasar referensi valid ditayangkan PRSS tampak berusaha untuk menghindar dengan membenarkan masalah LOI dan rotan yang dicontohkan oleh HS. Namun, HS langsung menanggapi bahwa banyak sekali fakta-fakta kebijaksanaan yang seperti dalam batasan neolin diterapkan oleh pemerintah. Lebih lanjut HS menjelaskan bahwa LOI sudah berhenti 2003 namun diperepanjang oleh Budiono. Keitka PRSS mencoba untuk mencari point dengan mengatakan bahwa Budiono dulu membantu Mubyarto dalam merumuskan ekonomi kerakyatan maka HS langsung menyergah utnuk tidak mempersempit masalah ke person namun kepada kepada paradigma dibelakang kebijaksanaan. Ketika PRSS memunculkan fenomena neolib baru muncul sekarang padahal yang berpikirpun sudah mengatakan bahwa itu salah maka HS menjawab bahwa kritik terhadap adopsi paradigma tersebut sudah dilakukan oleh HS dkk sudah lama dan jauh sebelum pemilu, jadi tudingan PRSS salah. EC di Metro semalam bukan menjalaskan posisi PRSS yang kuat diduga berada di belakang kebijaksanaan SBY termasuk ekonomi jalan tengah namun juga menjelaskan bagaimana sceranrio kedepan bila paradigma neolib yang dikatakan ekonomi jalan tengah diambil dan bila ekonomi kerakyatan sesuai dengan batasan Mubyarto yang kembali ke UUD 1945 Ps 33 diambil. Pertanyaannya adalah Indonesia akan hidup 5 tahun lagi atau paling sedikit 50 tahun lagi? Kubu SBY jelas hanya berbicara sampai th 2014 sedang dua yang lain sesuai paparan HS berbicara jangka panjang dan berkelanjutan untuk membangun Indoensia lebih baik.
