PETISI
: SITUS PANCASILA Bagi SEL No. 5, BANCEUY – BANDUNG 

Mencermati situasi dan
kondisi lokasi mantan Sel No. 5 LP Banceuy di kota Bandung yang kini terlihat
kumuh dan kotor [Napak Tilas Perhimpunan Manasiswa Bandung, 21 Juni 2009],
seakan mengundang gelitik sebagai anak bangsa untuk unjuk keprihatinan
mengingat bahwa di lokasi itulah Bung Karno ketika muda, berjoang dihadapan
Hakim Pengadilan Negeri Hindia Belanda, kini gedung Indonesia Menggugat pada
tahun 1929-1930.

Bilamana diperhatikan, maka
pada pidato Bung Karno 1 Juni 1945 tentang Pancasila diutarakan bahwa (1) 
“Puluhan
tahun dadaku telah menggelora dengan prinsip-prinsip itu”, dan (2) “saya
berjuang sejak tahun 1918 sampai tahun 1945 sekarang ini untuk Weltanschauung
(bahasa Jerman, visi tentang dunia, tentang kehidupan antar bangsa)”.

Demikian pula bilamana
mempertimbangkan amanat Bung Karno di Kongres Rakyat Jawa Timur 24 September
1955 di Surabaya “Dengan terharu aku menerima title Doctor Honoris Causa yang
dihadiahkan kepadaku oleh Universitas Gajah Mada, tetapi aku tolak dengan tegas
ucapan Profesor Notonegoro, bahwa aku adalah pencipta Pancasila. Aku bukan
pencipta Pancasila. Pancasila diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku
hanya menggali Pancasila daripada buminya bangsa Indonesia. Pancasila terbenam
di dalam bumi bangsa Indonesia 350 tahun lamanya, aku gali kembali dan aku
sembahkan Pancasila ini di atas persada bangsa Indonesia kembali”.

Sementara itu praduga
koinsidensi kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang menempatkan Bung Karno di
Sel Banceuy No. 5 itu dapat dinilai tersendiri sebagai pertanda adanya
“invisible hand” yang mengatur sedemikian rupa.

Sehingga adalah tidak
berkelebihan bahwa sangat dapat diprakirakan Bung Karno saat menyiapkan pleidoi
Indonesia Menggugat juga memikirkan dan berdialog sendiri tentang jiwa atau
ingridien daripada Pancasila yang 5 itu di Sel No. 5 Banceuy itu.

Bilamana warga kota Bandung
khususnya dan warga Negara Indonesia tidak berkeberatan, maka usulan status
Situs Pancasila bagi Sel No. 5 Banceuy di Bandung akan berdampak meningkatkan
“leverage” situs perjoangan Bung Karno 1929-1930 tersebut, sehingga dengan
demikian, para wakil rakyat di DPRD Kotamadya Bandung, DPRD Propinsi Jawa Barat
dan DPR RI serta para pimpinan Lembaga Tinggi Daerah dan Lembaga Tinggi Negara
dapat menetapkan anggaran yang lebih patut bagi pemeliharaan dan pemberdayaan
kesejarahan Situs Pancasila di Sel No. 5 Banceuy termaksud guna menghormati
salah satu Bapak Pendiri Bangsa yang juga sang Proklmator Indonesia Merdeka 17
Agustus 1945.

Jakarta Selatan, 25 Juni
2009

Majelis Benteng Pancasila,

Pandji R Hadinoto / www.jakarta45.wordpress.com / [email protected] / HP : 
08179834545

 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke