Bung Rzain,
 
Bila yang dikatakan Sdr. Andi Mallarangeng itu : "JK belum saatnya memimpin 
negri ini. Tetapi kesempatan akan lebih terbuka pada tahun 2014", rasanya gak 
masalah betul, karena inikan namanya juga kampanye Pilpres.
 
Tetapi dengan mengganti "JK" menjadi "Sulawesi Selatan", persoalannya jadi lain.
Secara teknis, mungkin bisa dijelaskan bahwa itu maksudnya sama saja, tetapi 
dari segi "bahasa politik" artinya bisa lain.
Masyarakat Sulaweswi Selatan merasa telah dilecehkan oleh Sdr. Andi Malarangeng.
 
Kesempatan untuk meluruskan pernyataannya pun tidak dimanfaatkan secara optimal 
oleh Sdr. Andi Malarangeng saat diwawancara oleh Forum Rektor di Makasar.
Andi Malarangneng kelihatannya tidak perduli bahwa kalimat yang dia gunakan 
muntuk "merayu" masyarakat Sulawesi Selatan agar memilih pasangan SBY - 
Boediono justru berubah menjadi antipati terhadap SBY - Boediono. 
Dengan penolakan Andi M untuk meminta maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan 
yang tersinggung, masyarakat banyak yang menyimpulkan bahwa kampanye Andi M 
tidak terlalu serius, dan ingin mengesankan kepada masyarakat luas bahwa pada 
dasarnya SBY - Boediono tidak memerlukan dukungan masyarakat Sulsel karena 
sudah pasti menang.
 
Sikap seperti inilah yang membuat masyarakat, bukan hanya yang ada di Sulawesi 
Selatan, tapi juga diseluruh Indonesia, muak melihat kesombongan Tim Sukses SBY 
ini.
 
Apakah ini akan mempengaruhi perolehan suara di Pilpres 8 Juli 2009???
 
Mari kita tunggu hasilnya dalam beberapa hari mendatang.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Jum, 3/7/09, rzain <[email protected]> menulis:


Dari: rzain <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Pernyataan Andi Mallarangeng Bertentangan 
dengan UUD 1945
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 3 Juli, 2009, 9:31 AM








Ucapan Mallarangeng benar bahwa banyak orang Bugis berbakat pemimpin cuma untuk 
jadi Presiden kali ini belum, sebab SBY dan Budiono paling populer untuk menang.
Apanya yang salah dari pernyataan ini, apanya yang SARA?. Yang bisa tersinggung 
cuma JK tapi beliau sadar akan hal itu jadi diam saja meskipun dalam hati pasti 
menggerutu.
Yang lain juga diam saja, komentar jangan keluar dari kalimat2 Andi.

Kirim email ke