ya dagelan ini dimulai oleh SBY om...tentunya ada kekhawatiran bahwa ini akan diklaim sebagai prestasi SBY seorang...
________________________________ From: rzain <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, July 6, 2009 7:26:11 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] JK lucu JK makin lucu, bukankah dia sebagai Wapres bekerja atas nama Presiden. Apa tidak minta izin, kalau minta izin maka sudah menjadi tanggung jawab Presiden. PANSER PINDAD Wapres Minta Presiden Akui Peranannya KOMPAS Senin, 6 Juli 2009 | 03:37 WIB Surabaya, Kompas - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mempersilakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima 120 panser VAB yang diproduksi PT Pindad, Selasa besok di Bandung, Jawa Barat. Namun, ia mengharapkan Presiden Yudhoyono menjelaskan proses sejarah produksi panser yang mulai dilakukan sejak akhir 2007. Produksi itu dimulai saat Kalla melakukan kunjungan kerja ke badan usaha milik negara strategis itu. "Tak apa-apa, silakan saja diserahterimakan dari Pindad kepada Presiden. Namun, Presiden harus menjelaskan proses dan sejarah panser itu," ujar Kalla saat ditanya pers di perjalanan akhir kampanye dalam penerbangan dari Surabaya ke Jakarta, Minggu (5/7) dini hari. Menurut Wapres, gagasannya mendorong Pindad untuk memproduksi panser itu karena keprihatinannya setelah kecelakaan panser TNI Angkatan Laut yang tenggelam saat latihan tempur di Pantai Banongan, Jawa Timur, tahun 2008. "Ingatkan, saya yang meneken surat jaminan pemerintahnya di atas kertas putih agar bank mau memberikan kredit untuk pembiayaan pembuatan panser TNI AL," ungkap Wapres. Wapres menambahkan, setelah adanya jaminan tanda tangannya, dimulailah proses secara resmi pemberian kredit dari perbankan dalam negeri. "Jadi, jangan dianggap itu (proses) perintah dari Presiden. Itu perintah saya yang keluarkan. Saya mendorong produksi panser karena kebutuhan TNI AL yang harus jalan," lanjutnya. Besok Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Pindad, Bandung, untuk menerima panser buatan Pindad. (har) [Non-text portions of this message have been removed]
