Pak Suhaimi, 1. Mari kita berbuat yang kita mampu, satu yang pasti saya tdk punya fans.. Dan tidak ada rasa yang saya yakini harus menang.. Saya hanya berkontribusi ke depan soal 'perjuangan hak' harus kita taati konstitusi.. Seperti Bapak bilang, 'stempel PKI' itu kan perjuangan hak..
Saya hanya bisa bilang kita kunci dulu 'siapa menang siapa kalah' dan segala macam tetek bengek figurnya.. Kalau sudah kita kunci disana, mari kita lihat kalau orang merasa masih dicurangi apakah wajar dia 'berjuang' atas haknya? Hasil ini baru quick count, bukan berarti saya tak percaya SBY menang? Tidak Pak.. Saya hanya ingin kita pun menghargai yang kalah meski minoritas utk memperjuangkan haknya 2. Soal mesin citra, semua melakukan, OK.. Sedari awal saya katakan Golput karena saya tak percaya 'bersih atas bersih'.. Tapi, bagi saya ada 'terbaik dari yang terburuk'.. Saya tak pernah bilang memilih figur, tapi saya melawan tata nilai (yang mungkin dilakukan pula oleh kandidat yg saya contreng).. Tapi, bagi saya bahwa itu 'terbaik dari yang terburuk'.. Saya hargai Pak hasil yang sudah terprediksi ini, saya hanya ingin kita 'tau apa yg terjadi' bukan semata karena eforia.. Saya salah baca, sangat mungkin.. Tapi, bagi saya pribadi, saya tidak menghianati yang saya yakini 3. Kita tutup saja Pak ribut sesama penonton, saya hanya bisa berharap bahwa kita saling menghargai.. Termasuk dan tak terbatas, kepada minoritas yang sekarang kalah (versi quick count karena penetapan KPU belum ada) untuk melakukan perjuangan atas haknya.. Kalau kita tutup mata, saya rasa kita tak pernah besar, karena persepsi lah yang jadi panglima.. Salam sesama penonton, -Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang posĀ®[on the net: www.elrizky.net] -----Original Message----- From: "Suhaimi" <[email protected]> Date: Mon, 13 Jul 2009 13:53:25 To: <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: AS.Hikam: Quick Count Televisi Melanggar Undang Undang Bung Yanuar Rizky, 1. Saya juga hargai buka puasa milih anda pada pilpres kali ini so, kalo saya ga salah ingat paling tidak sudah ada 3 orang yang kebetulan "sama buka puasanya serta sama pula pilihan menu buka puasanya" yaitu : Yanuar Risky; Sujiwo Tedjo & Achmad Jauzi right ? 2. Anda benar, saya pilih SBY dengan alasan do'i maseh lebih baik dari pada 2 pasang kandidat lainnya, dengan kata lain kalo mo pake ukuran ideal emang tiga-tiganya ga ada yang ideal. 3. Setuju juga bung ! siapapun pemenangnya itu bukanlah suatu persoalan, cuma bagi yang merasa kalah berikut para pendukungnya terus menerus mbulat mempersoalkan kenapa dia menang dengan menggunakan berbagai asumsi negatip, ibaratnya (berhubung saya orang kampung yang sama sekali ga punya kompetensi ini maka saya gunakan analogi kampung saja), ibaratnya 3 orang bertetangga dan salah satu diantaranya memiliki keberuntungan lebih sehingga bisa meningkatkan rumahnya; bisa beli mobil; bisa beli motor dll. sementara itu kedua tetangga yang kurang beruntung tadi sibuk kesana kemari membuat berita dan memberitakan ke seluruh kampung (hanya berdasarkan apa yang ada dikepalanya) bahwa si beruntung itu tadi mendapatkan hartanya secara tidak wajar karena "misale perihara tuyul" dengan ditambahi bumbu-bumbu seolah-olah merupakan buktinya bahwa ybs sering keluar malamlah; sering cuma pakai sarungan doanglah; istrinya kurus itu disebabkan karena sering netein di tuyul peliharaannyalah dll ato jangan-jangan si suaminya itu korupsi dikantornya, coba peratiin aja ampir saban bulan ada polisi datang kerumahnyalah ato liat aja sekarang dia jarang keluar rumah karena takut ditanya dll dengan beribu alasan dan cerita, dan INI ADALAH PERSOALANNYA Bung Yanuar Rizky ! kenapa saya kata begitu ? - Saat pileg mempersoalkan DPT, terus ilang tenggelam karena kasak-kusuk kesana kemari mempersiapkan pilpres, sementara itu SBY beserta timnya dah terbang kemana-mana menyemaikan benih-benih simpati calon pemilih. - Saat SBY dan timnya mencari feedback atas semaian yang telah bereka sebarkan dgn menggunakan jasa riset profesional dan hasilnya ternyata memuaskan/populeritas SBY teratas, mereka ribut bilang servey pesanan/bayaran dan mereka serta merta melakukan survey sendiri dengan kompetensi minimum sehingga hasil survey mereka sendiri mereka ragukan validitasnya. - Saat SBY dan timnya bersiap menyongsong hari "H" pencontrengan, mereka terkesima/tersadar bahwa mereka belon melakukan apa-apa tentang "DPT" yang beberapa waktu lalu mereka persoalkan dan beruntung KPU & MK dengan bijak mengambil jalan tengah dengan mengizinkan penggunaan KTP. - Disaat SBY dan timnya mensyukuri atas pelaksanaan pilpres berjalan lancar dan damai ditambah pula menurut hasil hitung cepat dirinya unggul, eh...mereka kembali kasak-kusuk dan teriak-teriak pilpres ini penuh kecurangan, wow ! Bung Yanuar Rizky, Saya ini orang bodoh Mas, saya hanya berpendidikan formil tamatan SMA tepatnya SMAN 6 Bulungan Jaksel angkatan 84/85 lalu, dan orang tua saya adalah terkena stigmanisasi PKI gol C (seorang petani miskin) disalah satu desa di kabupaten musi banyuasin Sumatra Selatan sana. Dari 43 tahun usia saya sekarang, lebih dari 35 tahun saya lewati oleh rasa was-was karena status saya "Tidak bersih lingkungan" yang merupakan "Stempel" Orba pada jutaan orang seperti saya. Rasa was-was itu perlahan hilang pada tahun ketiga masa kepresidenan SBY Apakah saya adalah termasuk orang yang tidak menginginkan perubahan ? Masya'allah, ingin sekali bung, lelah sekali hati ini selama 35 tahun lebih hidup dibawah bayang-bayang stigma PKI ! dan bahkan almarhum Ayahenda ku tercinta harus ku kuburkan kedalam liang lahatnya beserta stempel ET alias eks tapol tahun 2001 lalu disaat negeri kita tercinta ini dipimpin oleh orang yang kami anggap senasib sepenanggungan dengan kami. Semoga negeri tercinta ini menjadi lebih baik, Amiin. Salam hangat, Suhaimi ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://koran.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
