Saya bukan orang PKS , tapi saya simpatisan PKS .
membaca artikel ini saya sangat terkejut . Menurut saya ekspektasi PKS terlalu 
tinggi .
Saya sangat yakin , kalau diberi ,PKS cuma dapat SATU jatah menteri .
Ingat , yang mengharapkan jatah tersebut sangat banyak .
Hutang jasa SBY sangat besar , sementara jatah kursi menteri sangat terbatas .
kecuali SBY akan membuat kabinet 100 menteri .
so , keep on dreaming PKS or don't expect too much ...

--- On Tue, 7/14/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:

From: Agus Hamonangan <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PKS Berharap Jatah Menteri Lebih dari Tiga
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 14, 2009, 5:06 AM











    
            
            


      
      http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/10/ 17193682/ 
pks.berharap. jatah.menteri. lebih.dari. tiga



JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berharap mendapatkan 
lebih dari 3 kursi menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden SBY yang akan 
datang. Hal ini didasarkan pada pertambahan jumlah kursi yang didapatkan PKS di 
DPR RI periode 2009-2014. "Saat ini jumlah kursi kita di DPR ada 45 kursi dan 
kita dapat 3 kursi menteri, dan di periode 2009-2014 kita dapat 57 kursi, dan 
logikanya kursi kabinet juga bertambah, tidak hanya 3 kursi, tapi lebih," kata 
Ketua DPP PKS, Mahfud Sidiiq di DPR RI, Jakarta, Jumat (10/7).



Ia mengaku, saat PKS melakukan kontrak politik mendukung SBY menjadi capres di 
Pilpres 2009 beberapa waktu yang lalu, PKS telah mengajukan 8 nama kader PKS 
untuk dipilih SBY mengisi posisi menteri di kabinet yang akan datang, dan 
mengenai siapa yang akan dipilih, PKS menyerahkan sepenuhnya kepada SBY. "Dari 
8 orang itu ada nama pak Tiffatul Sembiring, Hidayat Nur Wahid, Irwan 
Prayitno," katanya.



Meski demikian, ia mengaku, PKS tidak meminta jumlah kursi menteri tertentu 
kepada SBY. Namun ia berharap pembagian tersebut dapat dilakukan secara 
profesional. "PKS berharap pembagian itu dilakukan secara profesional 
berdasarkan power sharing dari partai koalisi," katanya.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke