Pendidikan Wirausahawan Seharusnya Sejak dari Perguruan Tinggi

JAKARTA, KOMPAS.com - Entrepeneurship atau lebih dikenal dengan wirausaha 
menjadi sebuah
prospek hidup masa depan yang cerah. Masyarakat Indonesia tidak sadar
bahwa bidang ini sangat menjanjikan.
Membangun usaha sendiri
lebih banyak mendatangkan keuntungan, baik untuk diri sendiri maupun
negara. Namun, kebanyakan dari masyarakat kita lebih memilih menjadi
karyawan dibandingkan membuka lapangan kerja sendiri.
Dalam
sebuah Seminar Entrepeneurship bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan
Tinggi hari ini, Wakil Presiden Kauffman Foundation, sebuah lembaga
pendidikan kewirausahaan berskala internasional, Bo Fishback, M.B.A
menyatakan bahwa kewirausahaan itu berhubungan dengan skill, dan hal
ini seharusnya sejak diajarkan di kampus/ perguruan tinggi.
Selain
itu, para mahasiswa juga dilatih untuk mengubah cara berpikir mereka
bahwa ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah nantinya bisa
diaplikasikan dalam sebuah kewirausahaan. Misalnya yang dilakukan oleh
Linda Chalid, mahasiswi Psikologi Universitas Indonesia 2005, yang
mengembangkan ilmu psikologinya dengan membuat usaha bimbingan belajar
dengan berbagai macam pendekatan pikologis.
Untuk menjadi seorang
entrepreneur yang sukses yaitu dengan cara bagaimana mengembangkan
emosi dan aksi dengan perilaku yang positif. Perilaku tersebut bisa
dengan proses kreatifitas. Hal ini bisa dipraktekkan di Perguruan
Tinggi melalui berbagai macam training yang seharusnya diberlakukan
oleh pihak kampus, kemudian dilanjutkan dengan business plan dan internship.
Entrepeneur
is transformer, bagaimana kita merubah sampah busuk menjadi emas,
dikutip Dr (HC) Ir. Ciputra, pengusaha sukses pemilik dari Mal Ciputra,
Jakarta. Dalam kesempatan itu Ciputra juga menambahkan bahwa proses
menjadi emas itu sagat panjang. Para wirausaha harus bisa tahan banting
dengan berbagai macam rintangan. Hal tersebut bisa diatasi dengan
seringnya kita membaca buku, mengikuti seminar, dan bergaul dengan para
entrepreneur.
Selain itu, para entrepreneur harus memiliki good communication skill, team 
work,  self-development, business creation, selling skill, dan leadership.
Tidak itu saja, Pemerintah diharapkan bisa membantu memberikn dana
untuk memberikan modal sekaligus pelatihan bagi para entrepreneur muda
untuk mengembangkan serta membantu perekonomian Indonesia sehingga
tidak perlu lagi bergantung dan berhutang ke luar negeri.

http://www.planetvnet.blogspot.com



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke