saat sekarang banyak Pengamat gadungan,setelah jagoannya kalah, lalu menyalahkan rakyatngak rasional, bodoh, atau tidak ada hati nurani. Lalu emang pilihan rakyat harus sama dgn pilihannya
justru Rakyat mampu melihat mana capres yg track recordnya bagus selama lima tahun ini gue pikir pengamat ini memorinya jangka pendek dan memilih mana janji-janji surga yang lebih dashyat bual ketimbang kerja-keras capres tsb. saya pikir lebih baik kita mengusulkan saran ketimbang mencaci maki pemerintah. emang semua kebijakan pasti sempurna dan tidak ada kekurangan. realitislah. semua usaha pemerintah dalam mencerdaskan rakyat lewat pendidikan tidak mungkin semudah membalik telapak tangan. semua itu butuh waktu. mudah memang kita berteriak-teriak, pemerintah membohongi atau gagal. tapi lihatlah apakah pemerintah telah berusaha atau tidak bukan sesuatu yang berhasil atau gagal yang kita ributkan 2009/7/14 Asep Kurniawan <[email protected]> > > > Hihi... Anda suka memutar-balik aja, Pak. Yang sewot bukannya Anda? Posting > berbagai hal menggebu-gebu, tapi harus menerima kenyataan bahwa pilihan > rakyat berkata lain. Hehe.. ngomongnya menghormati, tapi secara satire > menyatakan bahwa menjadi miskin dan bodoh adalah pilihan? Apa bukan sewot > tuh namanya? Hormati 100% suara rakyat ya, Pak.. simpan kampanyenya untuk > 2014 nanti. > > Salam,
