no need to feel a shame....keluarga saya berlangganan kompas dari tahun 1980, saat itu saya baru 4 tahun....sekitar kelas 2 SD saya sudah dibiasakan "membaca" untuk mengawali hari dan saya dibiasakan membaca kompas...kalau koran sekaliber kompas melakukan kesalahan yang "mungkin" for some people dianggap shame, justru itu yang membuat kompas semakin hebat..karena artinya kompas tetaplah "manusiawi" dalam arti sifat2 manusia yang pasti punya kesalahan bisa terjadi...gak pelu feel shamelah...manusiawi kok..malah kalo gak buat salah, malah diskusi ndak berkembang kaya sekarang..
2009/7/14 manneke budiman <[email protected]> > > > Rakaryan Sukarjaputra melakukan pelintiran fakta yang sangat serius, dan > Kompas menciptakan skandal memalukan dengan memuat tulisan tak bermutu itu. > Tak bisa saya bayangkan dampak kerusakan pemikiran yang disebabkan oleh > tulisan itu, KHUSUSNYA karena Kompas dipercaya khalayak sebagai media cetak > dengan kredibilitas tinggi. > > Bung AH, mohon disampaikan kepada Redaksi Kompas: pemuatan artikel ini di > mata saya adalah salah satu titik kelam dalam sejarah Kompas. Hanya ada satu > kata buat redaksi: SHAME! > > manneke
