Bung Ade Armando, Saya tak akan berpanjang2x di soalan ini.. Dalam setiap pertandingan ada aturan main kan?
Hasil terpaut jauh itu Qouick Count, belum ada hasil resmi KPU.. Selisih jauh bukan esensi dari 'berkekuatan hukum' tetap.. Tapi, Gore punya hak menuntut sesuai aturan main mereka.. Demikian pula, kandidat lain dalam setiap pertandingan.. Jadi, saya tak memperbandingkan telak-kah atau tipis-kah, ini soal menghormati kemenangan sah yg berkekuatan hukum. Dan menghargai lembaga resmi. Saya berbeda pandangan dengan anda ya tidak apa2x, tak usah dipanjangkan.. Saya rasa pemilu bukan sekedar 'menang-kalah' tapi dimensinya pembelajaran hukum bukan semata pembelajaran teori persepsi.. Jadi, saya rasa komunikasi kita dengan Presiden Obama haruslah dibangun 'hukum'. Karena menyangkut banyak hal. Kalau kita senang Obama sudah ucapkan selamat ya silahkan saja. Tapi, sebagai rakyat biasa saya berharap kekuatan hukum dan lembaga negara yang kuatlah yang kita hargai sebagai pilar bernegara. Terima kasih.. Berbeda pendapat juga tak apa kok.. Gimanapun, milis dan membaca bagi saya mencerahkan bangsanya.. Apalagi, pemimpin bukan? Tugasnya tak semata 'menang', Tapi mendidik bangsanya untuk taat hukum.. Salam pembelajaran, -Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang posĀ®[on the net: www.elrizky.net] -----Original Message----- From: "im_armando" <[email protected]> Date: Thu, 16 Jul 2009 02:19:08 To: <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: PDI-P Sayangkan Pernyataan Obama Bung Yanuar, kalau tidak salah, Al Gore mempersoalkan perayaan kemenangan Bush karena selisih angka mereka memang tipis. Kali ini, pemberian selamat itu rasanya nggak bermasalah karena angkanya memang terpaut jauh sementara tidak ada alasan cukup untuk menjustifikasi keraguan atas hasil akhir pemilu tersebut. Bahkan kalau mau jujur, bukankah sejak sebelum Pemilu hasil itu sudah bisa diduga. ade armando --- In [email protected], Yanuar Rizky <rizky.elri...@...> wrote: > > saya rasa sebagai orang yang separtai dan bahkan didukung Al Gore di > Konvensi Demokrat, harusnya Obama sangat paham "Forgive, but not > Forget"... > > Itungan cepat (Quick Count), bahkan kalau di AS ada istilah "popular > vote" dan "electoral vote" .. Quick Count ataupun itungan lembaga > resmi (seperti KPU) akan menjadi kemenangan resmi setelah memenuhi > aspek "electoral vote" termasuk perselisihan diantara kandidat > > Al Gore menggugat soal itu ketika melawan Bush (2004), lengkapnya di > wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Bush_v._Gore .. Dan, rasanya > saya pernah ingat Gore menarik tuntutan (forgive) karena semua putusan > itu akan makan waktu...Jadi, itulah orang mengenang Gore bukan karena > dia tidak pernah melakukan tuntutan hukum (forget)... > > Sebagai negara demokrasi, dan seorang "Presiden AS" yang terpilih > dengan "paradigma kultural baru" seharusnya Obama jangan "menyetir > persepsi" yang akan meyandera hak hukum "electoral vote" yang belum > selesai di Indonesia, bahkan KPU pun belum bersidang resmi... terlalu > pagi, Sir! > > Sekali lagi, Pilpres bukan semata siapa menang dan siapa kalah. Bagi > saya, negarawan yang paling utama adalah berjuang atas nama hukum agar > menjadi yurisprudensi. Sekali lagi, Gore mengajarkan kepada > yurisprudensi di AS "Forgive, but not Forget"..... maju terus, > Mega-Pro dan JK-Win bukan untuk "menang - kalah" tapi menjadi negara > yang memiliki yurisprudensi meletakan "hukum di atas persepsi" sebagai > jiwa utama demokrasi Indonesia yang harus menuju arah semakin dewasa!. > Karena kita adalah negeri berdaulat, yang menghargai hak hukum setiap > warganya.. Semoga! > > Sekali lagi, maaf kalau saya melawan "eforia" arus besar Quick Count, > bukan karena saya "tidak suka SBY-B" atau terlalu ngefans ke "Mega-Pro > atau JK-Win".. jauh di atas itu, sebagai anak muda saya merindukan > pelajaran demokrasi dengan hukum sebagai panglima-nya, yang harus kita > ciptakan menuju demokrasi yang lebih dewasa... Buang jauh soal figur, > seraya berharap Indonesia baru yang meletakan aturan main (hukum) > sebagai perekat perbedaan... > > Salam warga negara Indonesia (pembayar pajak), > -Yanuar Rizky- > mail to: ri...@... > on the net: http://www.elrizky.net > elrizkyNet::dari RT-RW ke Internet menuju Pasar Modal:: [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://koran.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
