Wah, pak Beye, gimana nih? Beberapa hari sebelum Pilpres mengatakan "dikejar" SIHIR? Nah sekarang rupanya Pak Beye mau "mengejar" Drakula?! Hati-hati ya Pak Beye, jangan sampai berdarah-darah, karena selalu rakyat kecil dan yang kesulitan hidunya-lah yang akan lebih menderita. Bagaimana jika Pak Beye menyanyikan lagu saja? Pak Beye kan suka menyanyi dari dulu di SMP, bukan? Karena jika orang "berdendang" itu menurunkan emosi, lho pak? Bagaimana jika syairnya dimulai dengan: "Dahulu ku dikejar sihir?" Sekarang ku mengejar drakula?" Pastinya bapak lebih ahli lagi dalam menciptakan syair-syair yang tepat untuk meneruskan lagu baru ini. Senyum, pak........Ingat Isra' Mikraj sudah diambang pintu. Saya ingat sekali dulu waktu kecil mendengarkan pelajaran tentang Isra' Mikraj, salah satunya yang masih selalu saya ingat, yaitu: "Sewaktu Nabi Muhammad SAW naik kelangit yang tertinggi, Nabi melihat hal-hal yang aneh, seperti sekelompok orang yang memetik hasil setiap kali menanam, ada lagi sekelompok orang yang melahap daging mentah dan busuk, padahal disamping mereka ada daging yang segar yang sudah dimasak. Dan Nabi melihat orang yang MEMOTONG LIDAH-nya sendiri, dan lain sebaginya. Waktu kecil saya tidak tahu bahwa itu sebagai "gambaran" akan kelakuan manusia-manusia yang "munafik". Semuanya mengandung nilai PENDIDIKAN yang tinggi sekaligus menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat yang semuanya di "SIMBOLISASIKAN". Dulu rasanya sangat menakutkan, sekarang sebagai manusia dewasa, saya lebih memahami apa dibalik gambaran itu semua. Salam, Yuli
--- On Fri, 7/17/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote: From: Agus Hamonangan <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Presiden: Buru Drakula dan Penebar Maut To: [email protected] Date: Friday, July 17, 2009, 4:19 AM Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Nugroho A http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/17/ 15103080/ Presiden. Buru.Drakula. dan.Penebar. Maut. JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan tidak akan mengulang kesalahan masa lalu yang membiarkan para pembunuh dan penghilang nyawa bebas tidak terjerat hukum. "Kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka yang menjadi drakula dan penebar maut," ujar Presiden di taman dalam Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/7). Presiden mengemukakan, aparat kepolisian dibantu intelijen telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Aparat juga telah beberapa kali membongkar rencana aksi terorisme. "Meskipun lolos hari ini," ujarnya. Presiden menegaskan, negara tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme. Kekerasan dan terorisme tidak boleh tumbuh di Indonesia. "Saya akan terus berada di depan untuk menghadapi ancaman dan tantangan ini. Kami akan mengemban tugas yang berat namun mulia ini," ujar Presiden. [Non-text portions of this message have been removed]
