Salam,
Lima tahun lagi barangkali manusia sudah mendarat di Mars atau sudah mendarat 
di bulan lagi dengan membawa peralatan untuk kontruksi.
Tetapi  orang Indonesia baru bangga bisa mempunyai roket unuk meluncurkan 
satelit dan merasa  gembira bukan main.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Kam, 30/7/09, Agus Hamonangan <[email protected]> menulis:

Dari: Agus Hamonangan <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tahun 2014, Indonesia Punya Roket Peluncur Satelit
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 30 Juli, 2009, 6:09 PM






 




    
                  http://sains. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/30/ 08285840/ 
Tahun.2014. .Indonesia. Punya.Roket. Peluncur. Satelit



JAKARTA, KOMPAS.com â€" Lima tahun lagi, Indonesia akan memiliki teknologi 
roket peluncur satelit sendiri. Ini sesuai target Lembaga Penerbangan dan 
Antariksa Nasional (Lapan) yang menargetkan dapat meluncurkan roket pendorong 
satelit bertingkat empat yang disebut dengan Roket Pendorong Satelit (RPS)-420 
untuk pertama kalinya pada 2014.



"Namun, Lapan akan berupaya agar proses peluncuran itu dapat dimajukan pada 
2012 sebagaimana yang diminta DPR," kata Deputi Teknologi Dirgantara Lapan Dr 
Ing Soewarto Harhienata dalam seminar "Diseminasi Perkembangan Roket dan 
Satelit di Indonesia" di Kantor Lapan, Jakarta, Rabu (29/7).



Soewarto menjelaskan, pihaknya sedang merancang roket bertingkat empat dengan 
dua RPS guna meluncurkan satelit pemantau Indonesia pada 2014. Sebagai 
pendahuluan, Lapan telah berhasil meluncurkan roket RX-320 pada 30 Mei 2008 dan 
RX-420, 2 Juli 2009, yang dilaksanakan di Stasiun Uji Terbang Pamengpeuk, Jawa 
Barat.



Hingga saat ini, sebagian proses pembuatan RPS-420 itu telah dilaksanakan dan 
telah diujiterbangkan meski masih membutuhkan beberapa perbaikan lagi. "Kalau 
secara persentase (RPS-420 itu) sudah selesai kira-kira 40 persen," katanya.



Tergantung pembiayaan



Karena proses pembuatan RPS-420 itu dianggap lancar, DPR meminta Lapan untuk 
mempercepat rencana peluncurannya. Kata Soewarto, DPR meminta Lapan untuk 
mengajukan proposal pembiayaan agar proses peluncuran itu dipercepat dan sudah 
dapat terealisasi pada 2012.



"DPR sudah mengetahui tidak ada masalah di bidang teknologi (persiapan RPS-420 
itu), tetapi hanya di bidang pembiayaan," kata Soewarto.



RPS-420 itu diproyeksikan terlebih dulu pada kemampuan untuk mengorbitkan 
satelit di antariksa, tapi belum memuat peralatan untuk pemantuan di angkasa 
tersebut. Jika proyek RPS-420 itu berhasil, baru Lapan menyiapkan satelit untuk 
diluncurkan.



Di samping roket, Lapan juga terus mengembangkan teknologi satelit. Lapan 
TUB-SAT (Lapan A-1) yang diluncurkan pada 2007 merupakan satelit pertama yang 
sebagian besar desain dan produksinya dilakukan para insinyur Indonesia bekerja 
sama dengan Universitas Teknologi Berlin, Jerman.



Selama ini, peluncuran satelit tersebut dilakukan di Shiharikota, India, dengan 
roket buatan India. Lapan masih akan menggunakan roket India untuk meluncurkan 
satelit Lapan A-2 yang akan digunakan untuk telekomunikasi. Proses pembuatan 
satelit untuk komunikasi itu dilakukan bekerja sama dengan Orari.



WAH

Sumber : Antara




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke