Kita hakkul mahfum dengan fatsun politik:

Tidak ada kawan ataupun lawan yang abadi

Yang ada hanyalah kepentingan yang badi.

 

Tabik;

RnB

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Nanang
Heriyanto
Sent: Wednesday, August 05, 2009 11:20 PM
To: [email protected]; Forum Kompas
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Akhirnya Pimpinan Tertinggi PDIP
menyerah kepada kebenaran

 

  

di web Ada rangkaian tulisan seperti ini, bagaimana pendapat anda?
Mohon pencerahan tks

_____________________
Dari: putra wardana <[email protected]
<mailto:pwardana2000%40yahoo.com> >
Judul:  Akhirnya Pimpinan Tertinggi PDIP menyerah kepada kebenaran
[email protected]
<mailto:Media_Nusantara%40yahoogroups.com> 
Tanggal: Rabu, 5 Agustus, 2009, 10:11 PM

 

Jawa Pos 4 Juli 2009: Taufik Kiemas menyatakan bahwa SBY pro rakyat
pernyataan
ini merupakan rangkaian dari silahturahmi politik yang dilakukan oleh
petinggi PDIP dengan Presiden pilihan rakyat Indonesia..

akhirnya
bergulir info bahwa dimungkinkan PDIP kedepan bisa menjadi mitra
koalisi, maka pemerintahan akan kuat dan pembangunan akan berjalan
lancar...
maka hal ini juga disambut positif oleh Presiden SBY bahwa kemungkinan
keterlibatan PDIP dalam kabinet mendatang..

Untuk itu perlu disambut baik oleh semua pihak, dan aspirasi yang
disodorkan, yakni masuknya Puan Maharani dan Pramono
Anung sebagai anggota kabinet periode 2009-2014 untuk ikut menjalankan
pembangunan berkelanjutan. .
Apalagi.. mereka berdua adalah calon pemimpin PDIP mendatang

Mungkin dengan adanya tudingan bahwa
Puan maharani masih
terlalu muda sebagai pucuk pimpinan PDIP, hal itu tidak masalah. 
karena
bisa setelah era  Megawati, Puan bisa membantu Pramono Anung yang lebih
senior dahulu, dan baru pada periode selanjutnya baru muncul sebagai
pucuk pimpinan. 
Ini positif bagi PDIP agar tidak dituding sebagai
Partai yang hanya dimanfaatkan oleh keluarga BK (Bung Karno) yang
membonceng kebesaran PDIP, dan terbukti 3 periode pemilu suaranya terus
menyusut.
Dengan pembaharuan dari intelektual kampus ITB sebagai
kampus tempat BK belajar dulu, ada harapan bahwa pemilu selanjutnya ada
peningkatan suara, karena merubah diri sebagai partai yang lebih modern
dan berpikir maju

Untuk itu disampaikan salut kepada Bapak Taufik Kiemas..
Pernyataan ini bukan pernyataan orang kalah..
Karena Beliau hanya menyerah pada kebenaran...
karena lebih cinta pada tanah air dan ingin berpartisipasi dalam
pembangunan

Maka sangat disayangkan bahwa sebagian petinggi PDIP yang
memang merupakan orang2 ortodoks.. yang masih main2 dengan gugat
menggugat ke Mahkamaha Konstitusi..
ini namanya tidak mau melihat pada kebenaran...
tidak mau di Indonesia ada pembangunan berkelanjutan

salam
Arda N PutrawardanaHP: 08155021064

Kirim email ke