http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/06/0440095/baby.boom.persoalan.besar.



Jakarta, Kompas - Ledakan penduduk usia produktif akan memunculkan banyak 
persoalan. Persoalan penyediaan lapangan kerja akan menjadi masalah dan bisa 
terjadi baby boom tahap kedua jika program Keluarga Berencana gagal dijalankan.

"Ledakan penduduk usia produktif itu harus dicermati. Selain berada pada usia 
kerja, mereka juga berada pada usia subur di mana jika tidak ber-KB, jumlah 
kelahiran bayi akan meningkat," kata Ketua Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi 
Universitas Indonesia Sonny Harry dalam seminar yang diselenggarakan Koalisi 
Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan di Kantor Departemen Sosial 
Jakarta, Rabu (5/8).

Menyinggung soal tema seminar "Ledakan Penduduk: Bom Bunuh Diri?", Menteri 
Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah menanggapinya sebagai upaya untuk mendapatkan 
perhatian semua kalangan.

"Temanya dikemas hiperbolis, konsepnya agak mengerikan. Tetapi, jika kita tidak 
memandang serius soal ledakan penduduk ini, kita harus menghadapi banyak 
persoalan," kata Mensos.

Terlebih lagi, saat ini kualitas penduduk Indonesia umumnya masih rendah, 
tecermin dari tingkat pendidikan mereka di mana hampir 2/3 penduduk 
berpendidikan di bawah SLTP.

Berbagai indikator kesehatan menunjukkan masih perlunya peningkatan kesehatan, 
khususnya bagi ibu dan anak. Semua itu berakibat pada terjadinya pertumbuhan 
penduduk yang tinggi yang akan menimbulkan suatu ledakan penduduk dengan segala 
konsekuensinya.

Ketua Umum Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Indra Abidin 
menyatakan, kualitas manusia yang rendah akan mengakibatkan banyak kerugian.

Kerugian ekonomi jangka pendek antara lain rendahnya produktivitas, hilangnya 
waktu produktif, naiknya biaya karyawan, dan rendahnya kapasitas terpakai 
perusahaan. Adapun kerugian ekonomi jangka panjang adalah mutu tenaga kerja 
tetap rendah, TKI hanya tenaga kasar (berpendidikan rendah), pertumbuhan 
ekonomi lamban, dan daya saing di pasar global rendah.

Sementara itu, menurut staf ahli Mensos, Gunawan Sumodiningrat, kelahiran bayi 
sebanyak 2,6 juta per tahun di Indonesia sudah mengkhawatirkan. Terlebih kini 
makin banyak penduduk usia produktif atau angkatan kerja yang tidak terserap 
pasar kerja.

"Bila timbul pengangguran pada suatu masyarakat, itu berarti alokasi sumber 
daya dan produksi nasional relatif kurang optimal. Oleh karena itu, penyediaan 
lapangan kerja merupakan salah satu prioritas pembangunan di Indonesia sebagai 
cara memperluas pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya agar rakyat hidup 
layak," papar Gunawan.

Meski lapangan kerja menjadi agenda setiap rezim pemerintahan, masalah ini 
tetap mendesak karena angka pengangguran cukup tinggi dan pengangguran menjadi 
sumber utama kemiskinan massal—kemiskinan materi maupun nonmateri. (LOK)

Kirim email ke