Mas Pandu, Lagu yang diukatakan mirip itu dulu, intro melodinya nya sering dilafalkan kejepit... duduten.... , kejepit... duduten..., kejepit .... duduten coba perhatikan .... melodi itu, apakah sama dengan "tak gendhong kemana-mana... tek gendhong kemana-mana.."?
namun, kenapa pemberitaan sering menempatkan orang awak lebih rendah dari orang asing yah... Misal lau mBah Surip itu dikatakan menjiplak .... , apa tidak mungkin ditulis dengan kalimat berita yang tidak terkesan membuat orang awak rendah gitu... atau merasa diri inferior Sebaliknya, Kok tidak ada yang menulis bahwa lagu "I'll be there" didahului atau mirip dengan lagu "Surat Undangan", atau Intro lagu "What you need is love" salah satu lagu dalam album Sgt Papers Lonely Herat Club Band" nya Beatles didahului oleh Intro lagu wajib "Dari Sabang Sampai Merauke". Coba perhatikan keduanya. Mungkin kita akan mengatakan mirip, namun kembali kepertanyaan, siapa yang lebih dahulu dan siapa yang memebritakan ? Mengapa masih ada sikap inferior yah.... Pandu Ganesa wrote: > > > George Harrison dites oleh Paul Mc Cartney, apa dia bisa membawakan > melodinya lagu Raunchy, dan ternyata George bisa, dan akhirnya > diterima menjadi anggota Beatles, band pop legendaris terbesar di dunia. > > Mbah Surip bikin lagu Tak Gendong, yang beberapa bar memang sama/mirip > dengan lagu Raunchy. Raunchy sendiri memang sempat juga populer di > Indonesia pada akhir 50-an atau awal 60-an, saat mbah Surip yang > kelahiran 1949 (di nisannya tertulis 1957, dan itu yang dikutip > Kompas) sedang berusia awal belasan tahun. > > Kesimpulan: George Harrison (alm) dan Mbah Surip sama-sama terkenal > gara-gara lagu Raunchy. q.e.d. He he he > > gono > > [Non-text portions of this message have been removed] > >
