Siap Angkut SBY-JK Bila Kondisi Darurat


Laporan wartawan Persda Network Ade Mayasanto


http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/17/18535041/Ada.Super.Puma.di.17-an.Istana.



KOMPAS.com - Ada yang beda pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan 
Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta. Memperingati hut ke-64, 
Istana Kepresidenan kini tampak melengkapi pengamanan VVIP dengan helikopter 
Super Puma.

Helikopter super puma ini siap sedia di atap gedung Bina Graha, atau sekitar 
200 meter dari kediaman dinas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana 
Negara, Jakarta.

Ditemui usai mengikuti detik-detik penurunan bendera di Istana Merdeka, 
Jakarta, Senin (17/8), Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menyatakan, 
helikopter yang disiagakan di Bina Graha telah lama dilakukan.

"Itu sejak dulu sudah dilakukan sejak dulu karena sudah termasuk prosedur 
tetap," papar Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Marciano Norman 
yang membututi Panglima TNI pun sontak memberi penjelasan tentang keberadaan 
helikopter Super Puma tersebut.

"Kita dalam setiap kegiatan menyediakan dua helikopter. Satu untuk contigency 
taktis, dan satu lagi medis. Itu selalau ada di manapun," jelasnya

Marciano menjelaskan, untuk kegiatan peringatan kemerdekaan, pihaknya 
menyediakan dua helikopter Super Puma dengan jenis VVIP. "Satu untuk presiden, 
dan satu lagi untuk wakil presiden," terangnya.

Helikopter Super Puma ini hadir di Bina Graha sekitar pukul 07.30 WIB. Tidak 
bertahan lama, helikopter yang berlesensi Perancis ini akan meninggalkan Bina 
Graha selepas peringatan HUT kemerdekaan berakhir di Istana Kepresidenan.

Sempat beredar kabar bila helikopter Super Puma disiapkan untuk mengantisipasi 
ancaman teroris terhadap sosok SBY. Namun hal ini dibantah mentah-mentah oleh 
Norman.

"Bukan, itu salah satu perlengkapan pengamanan presiden dimanapun kegiatan 
beliau berada," paparnya.

Dia menambahkan, hingga pengibaran bendera merah putih, pihak paspampres sama 
sekali tidak menerima ancaman teroris. "Nggak ada ancaman. Kita lihat bersama 
hadirin yang hadir luar biasa. Kita lihat justru ada kemajuan," sergahnya.

Kirim email ke