http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/21/04093165/lagi.karyawati.ditodong.di.taksi
Jakarta, Kompas - Perampokan terhadap perempuan penumpang taksi kembali terjadi Rabu (19/8) malam di kawasan Niaga Sudirman di belakang Polda Metro Jaya. Yessi Fausiana (24), karyawati swasta, diancam dan dibawa berputar-putar untuk menarik uang dari ATM oleh para perampok di kawasan Dewi Sartika, Jakarta Timur. "Saya masih trauma. Silakan berbicara kepada pengacara saya saja," kata Yessi, warga Perumahan Bukit Permai Cibubur, Jakarta Timur, yang dihubungi wartawan, Kamis siang. Menurut keterangan yang dihimpun, awal mula perampokan terjadi sekitar pukul 20.00 ketika Yessi menyetop taksi dari depan Gedung Bursa Efek Indonesia di Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta Pusat, menuju Jalan Sriwijaya. Di tengah perjalanan, tiba-tiba pengemudi menghentikan taksi di dekat sebuah tempat cucian mobil di Jakarta Selatan. Dalam sekejap, dua pria masuk ke dalam taksi dan mengapit Yessi serta mengancam agar tidak melawan. Korban dipaksa menyerahkan benda berharga yang dibawa. Para perampok juga mengancam akan menelanjangi korban bila melawan. Taksi pun berjalan berputar-putar di sekitar Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Korban terus diintimidasi para pelaku dan akhirnya diminta memberikan kartu ATM oleh para perampok. Para perampok menguras tabungan Yessi di sebuah ATM di Jalan Dewi Sartika. Mereka mengambil uang tunai Rp 5.900.000. Selanjutnya para perampok kabur dan meninggalkan korban di lokasi. Indri, pengacara Yessi, tidak memberikan keterangan secara rinci soal kronologis kasus yang menimpa kliennya. Dia justru meminta wartawan kembali menghubungi Yessi jika kliennya sudah tenang. Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Affinta yang dihubungi membenarkan adanya perampokan yang menimpa Yessi. "Kami masih mendalami kasus ini. Sudah ada sejumlah petunjuk awal yang didapat penyidik," kata Nico yang beberapa kali menangkap perampok penumpang taksi. Sementara itu, seorang mantan korban perampokan mengaku, selain perampok di dalam taksi, ada mobil lain yang mengikuti di belakang mobil yang digunakan untuk merampok. Oleh sebab itu, Polda Metro Jaya memberikan sejumlah tips agar terhindar dari perampokan di dalam taksi. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah memerhatikan taksi yang akan ditumpangi, mengecek nomor pintu taksi, mengecek identitas sopir, memesan taksi secara khusus dari tempat resmi, dan menghubungi call centre 112 atau SMS 1717 milik polisi jika mendapati kejanggalan terhadap perilaku maupun taksi itu sendiri. (Win/Ong)
