Yth Pak Chappy Hakim,

Wah,keterlaluan juga ya,sampai tidak ada yang meliput, dan pejabat Diknas tidak 
ada
yang memperhatikan.
Salut bagi Klinik Pendidikan MIPA,yang ikut membantu suksesnya siswa-siswi kita.
Media juga tampaknya luput,karena lebih tertarik dengan politik dan hal yang 
bersifat kejelitaan.
Semoga sehat dan sukses selalu Pak Marsekal.

Salam Hormat,
Bakri Arbie.

--- On Tue, 8/25/09, Chappy Hakim <[email protected]> wrote:

From: Chappy Hakim <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Anak-anak Indonesia Sukses di Singapore 
International Mathematics Contest !
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 25, 2009, 4:21 AM






 




    
                  Anak-anak Indonesia Sukses di Singapore International 
Mathematics Contest ! 

 

Sang Juara !

Siswa-siswi asal Indonesia meraih medali emas dalam International Mathematics 
Contest (IMC) 2009 yang berlangsung di Singapura sejak tanggal 21-24 Agustus. 
Kontingen siswa Indonesia sukses mendulang 73 medali pada penyelenggaraan 
International Mathematics Contest ke-5 yang diselenggarakan di Singapura, 22-23 
Agustus 2009.    Pelajar Indonesia menyabet 13 medali emas, 22 perak dan 38 
perunggu.

Berita ini saya peroleh dari salah satu surat kabar terbitan Ibukota yang masih 
mempunyai keperdulian kepada aspek pendidikan anak-anak di Indonesia.   
Anak-anak para penerus bangsa , the “future leader”, yang sama sekali tidak 
terpengaruh oleh hiruk pikuknya politik dan hanya tekun belajar dan belajar dan 
belajar, dengan hasil : “meraih medali”, sesuatu yang langka bagi negerinya 
sendiri.   Bravo !

“Indonesia sukses meraih 73 medali dari 75 siswa yang ikut serta kontes IMS 
2009 di Singapura. Ini pencapaian yang luar biasa,” kata pimpinan kontingen 
dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ridwan Hasan Saputra, ketika dihubungi Media 
Indonesia di Singapura, Minggu.   Keseluruhan peserta yang datang dari China, 
Singapura, Hongkong, Filipina, Taiwan, Malaysia, India dan Indonesia itu 
berjumlah 557 siswa.

Para pemenang yang berasal dari sekolah favorit Indonesia seperti SDI Al-Azhar 
9 Kemang Pratama, SDI Al-Azhar 1 Jakarta, SMP Negeri 1 Bogor, SMA IPEKA 
Internasional, SMP Lab School Jakarta itu sebelumnya telah mengikuti pembinaan 
dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang merupakan lembaga pendidikan non 
formal khusus bidang matematika.

Dalam mengikut sertakan siswanya, KPM rupanya menilai tidak hanya berdasarkan 
kemampuan akademi saja tetapi juga akhlak. Jumlah siswa yang dikirimkan pada 
ajang kali ini sebanyak 75 orang siswa yang ditambah 18 orang guru dan orang 
tua sehingga total kontingen yang dikirim KPM mengikuti IMC adalah 93 orang.

Menurut KPM, jumlah siswa yang sangat besar sepanjang sejarah tim Indonesia 
mengikuti kompetisi internasional. Selain itu juga karena IMC melombakan siswa 
berdasarkan tingkatan kelas dari mulai kelas 3 SD sampai dengan kelas 10 SMA. 
Adapula bentuk soal dalam lomba ini adalah 10 soal pilihan ganda, 10 soal isian 
singkat dan 2 soal uraian.

Prestasi yang sangat membanggakan ini, sayangnya luput dari liputan banyak 
media dan juga lepas dari perhatian para pejabat pendidikan kita.

Mereka tiba di Cengkareng, “hanya” disambut oleh para wartawan dan sanak 
keluarganya saja !  Ironis sekali !

Saya harus salut dan angkat topi dengan semua orang yang berada dibelakang 
kesuksesan ini.   Tidak banyak omong, meraih prestasi.   Begitu juga tentunya 
para adik-adik yang berprestasi, tingkatkan terus prestasimu ! walaupun tidak 
banyak orang yang perduli !   Maju Terus untuk Indonesia !

Indonesia kedepan adalah berada ditanganmu ! sekali lagi Selamat !

 

Jakarta 25 Agustus 2009

Chappy Hakim




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke