Prihatin, sebenarnya ada yang "belum dapat diterima" dengan sistem sosial di 
negeri kita. Mengapa? Mari kita renungkan bersama..........

Yang jelas peradaban yang bergerak maju berpusat dari sistem ekonomi telah 
melakukan penguasaan terhadap harkat kehidupan..........termasuk budaya bangsa 
Indonesia, dimana telah jelas nampak dari peri kehidupan yang masih terus 
berproses 'regenerasi disimpang jalan' dalam kerangka 'nation building'. Namun, 
konsep dan format seperti apakah 'Nation Building NKRI yang demokratis dan 
bhineka Tunggal Ika itu?'. Jika negara Pancasila sebagai model final, maka dari 
pengkajian sejarah-sejarah dunia prediksi saya mengarah bahwa suatu saat kelak 
negara kita akan mengarah seperti model negara-negara sekuler, Perancis. Maaf, 
kalau boleh mengikutinya disana telah terkristalisasi "Liberte, Egalite dan 
Fraternite".
Lalu, yang kini mulai mengarah terlihat dari sosialisasi melalui media terdepan 
dalam komunikasi massa, tidak lagi ada sensor yang mengarahkan pada 'stream 
line' tertentu karena ketidak jelasan dan selalu mempertanyakan terus 'Nation 
Building Seperti apa?', nampak tayangan-tayangan TV tidak lagi peduli 
pembentukan karakter bangsa, hanya kepedulian pengamat tayangan (TV Watch) yang 
sebagian besar terdiri atas insan-insan yang sadar akan adab, etika, norma 
universiil.
Akankah kebodohan dan keterbelakangan sosial akan terus berlangsung menguntit 
bangsa ini? Kebanyakan TV kita lebih berhura-hura hedonis ketimbang pendidikan 
sejarah dan budaya. Pertanyaan, sejauh manakah, negara dan bangsa ini siap? 
�Lalu melalui apakah kita siapkan? Informasi dan Pendidikan? Seperti apa?
Prihatinkcn,-


--- On Wed, 9/9/09, Rama Gumay <[email protected]> wrote:

From: Rama Gumay <[email protected]>
Subject: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pers Malaysia Memberitakan Warga Malaysia 
Disweeping
To: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" 
<[email protected]>
Date: Wednesday, September 9, 2009, 7:43 AM



                  Hidup indonesia!!! Kenapa tidak dari dulu saja melakukan 
tindakan tegas seperti ini agak tidak selalu diremehkan pihak malaysia.

Kirim email ke