Ass Wr Wb, Yang disweeping datang dan lapor saja ke Kantor Polisi ,gitu aja kok direpotin oleh Media . Btw perlu diperjelas jangan jangan media malaysia bikin kesesatan informasi lagi yg memang jadi hobbynya .
Wassalam --- In [email protected], "agushamonangan" <agushamonan...@...> wrote: > > http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/09/09/10193678%20/pers.malaysia.memberitakan.warga.malaysia.disweeping > > > KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pers Malaysia memberitakan sweeping atau > penyisiran warga Malaysia dengan menggunakan bambu runcing oleh sekelompok > orang di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta pusat. > > Media online Malaysiakini.com, Rabu (9/9), menurunkan berita diawali dengan > SMS atase pendidikan Malaysia di Jakarta kepada seluruh mahasiswa Malaysia > untuk menghindari jalan Diponogoro dan kawasan Menteng karena ada penyisiran > yang dilakukan segelintir WNI. > > Malaysiakini.com menuliskan, kemarahan rakyat Indonesia sudah memuncak > disusul berita TV mengenai lebih 360 sukarelawan ilmu kebal sudah mendaftar > dan bersedia untuk mengganyang Malaysia. > > Ditambah sekelompok orang yang menamakan BENDERA (Benteng Demokrasi Rakyat) > yang melakukan penyisiran warga Malaysia di Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat, > sambil membawa bambu runcing. > > Diberitakan juga kontrakan mahasiswa Malaysia di Yogyakarta dilempari telur > busuk oleh sekelompok orang yang demontrasi akibat pemberitaan pers Indonesia > menuduh Malaysia klaim tari Pendet Malaysia. > > Sementara itu, Utusan Malaysia di halaman satu menurunkan berita Demontrasi > Anti Malaysia di Indonesia kurang bijaksana. Harian milik UMNO ini cukup > bijak dalam membuat berita dengan mewawancarai warga Indonesia dari Riau, > Sumatera Utara, Dumai dan Sulawesi yang mengatakan bahwa yang demo anti > Malaysia hanyalah segelintir orang. > > Oleh sebab itu, janganlah terlalu dianggap serius karena tidak mewakili sikap > rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka mengatakan memang faktanya > Indonesia dan Malaysia adalah negara tetangga dan serumpun. > > Menteri Penerangan, komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim mengatakan > sikap pemerintah dan rakyat Malaysia untuk tidak melakukan demonstrasi di > KBRI Kuala Lumpur sebagai balasan demo di kedutaan Malaysia di Jakarta. > > "Walaupun bendera Malaysia dibakar. Kedutaan kami dilempari telur dan batu, > kami tidak akan membalas terhadap kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur," kata > Rais Yatim didampingi Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar di Kuala Lumpur. > > Menteri Rais Yatim, yang masa kecilnya sempat dihabiskan di Sawahlunto, > Sumatra Barat, mengadakan acara buka bersama dengan karyawan RTM (radio > televisi Malaysia) di gedung RTM. > > Ia mengundang Dubes RI Da`i Bachtiar dan para wartawan Indonesia di Malaysia > untuk mendinginkan suasana akibat pemberitaan pers Indonesia yang menuduh > Malaysia mengklaim beberapa kesenian dan kebudayaan Indonesia yang akhirnya > menimbulkan kemarahan dan demonstrasi di Kedubes Malaysia Jakarta dan > beberapa kota. > > "Kami tidak mau membalas demo dengan demo karena Malaysia memang ingin > menjalin terus hubungan baik dengan Indonesia sebagai negara tetangga dan > serumpun. Indonesia dan Malaysia adalah pendiri Asean yang kini punya > cita-cita sama yakni terciptanya masyarakat Asean," katanya. > > Walaupun tuduhan pers Indonesia bahwa Malaysia mengklaim tari pendet, batik, > lagu rasa sayange, Reog, mengklaim pulau Jemur dan tuduhan macam-macam > lainnya itu adalah tidak benar sehingga menimbulkan kebencian rakyat > Indonesia pada Malaysia dan menimbulkan berbagai demonstrasi, namun tidak > akan dibalas di Malaysia. > > Rakyat Malaysia ada yang keturunan Aceh, Sumatra Barat, Mandailing, Riau, > Jambi, Palembang, Jawa, dan Bugis. "Mereka datang ke Malaysia dan meneruskan > kebudayaan mereka dari Indonesia. Apakah salah mereka melestarikan kebudayaan > Indonesia. Dan kami tidak pernah mengklaim itu kebudayaan Malaysia," tambah > dia. > > Begitu juga dengan rakyat Malaysia keturunan China dan India. Mereka masih > melestarikan bahasa, budaya, kesenian dan lagu-lagu dari China dan India tapi > kedua negara itu tidak pernah protes," kata menteri. > > "Kami tahu bahwa begitu banyak rakyat Indonesia di Malaysia, mencari nafkah, > belajar, melancong, saya jamin mereka akan aman di Malaysia," janji Rais > Yatim. > > Selain itu, Rais Yatim juga mengatakan, akan bekerja sama erat dengan KBRI > untuk mengadakan inter media dialog antara pers Indonesia dengan Malaysia. > Pertama kali, pers Malaysia akan diundang ke Jakarta, kemudian dibalas dengan > mengundang pers Indonesia ke Malaysia. > > "Selain itu, akan dilakukan pengiriman tim kesenian ke Indonesia dan > mengundang tim kesenian Indonesia di Malaysia untuk saling mengenal kesenian > negara tetangga," katanya. > > Dubes Da`i Bachtiar ketika ditanya mengaku merasa malu dengan sikap rakyat > Indonesia bila dibandingkan dengan sikap pemerintah dan rakyat Malaysia dalam > menangani berbagai isu klaim kebudayaan. > > "Kita malu karena semua tuduhan bahwa Malaysia mengklaim budaya kita itu > tidak benar," katanya. >
